Media Kampung – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyambut langsung kedatangan 375 jemaah haji kloter SUB-56 di Asrama Haji Kelas 1 Surabaya, Jawa Timur. Pemulangan kali ini menandai implementasi sistem pemeriksaan keimigrasian terintegrasi yang memanfaatkan teknologi biometrik, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang.

Seluruh jemaah yang tiba berasal dari wilayah Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik, dan Lumajang. Kedatangan kloter ini menjadi momentum perdana bagi jemaah haji Debarkasi Surabaya menikmati fasilitas pemeriksaan keimigrasian mutakhir yang disebut Immigration Seamless Process Corridor Gate.

Teknologi ini bekerja secara otomatis dengan memindai iris mata untuk mencocokkan data perlintasan penumpang dengan manifes penerbangan. Saat melewati koridor, jemaah cukup memegang paspor, dan data biometrik mereka langsung terbaca serta tercatat tanpa perlu pembubuhan cap paspor manual.

Menhaj menjelaskan bahwa melalui sistem seamless corridor ini, proses kepulangan menjadi lebih cepat, mudah, dan nyaman. Inovasi ini diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dan diintegrasikan dalam proses pemulangan jemaah haji tahun ini.

Implementasi teknologi baru ini menjadi solusi untuk mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi pelayanan imigrasi bagi jemaah haji yang tiba di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.