Media Kampung – Duta Besar Kuba untuk Indonesia, Dagmar Gonzalez Grau, tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan vaksin halal dan obat kanker. Inisiatif ini bertujuan memperluas kolaborasi riset kesehatan antara kedua negara terutama di bidang obat-obatan yang sesuai dengan standar halal dan kebutuhan medis yang mendesak.
Dalam pertemuan dialog yang berlangsung belum lama ini, Dagmar menekankan pentingnya sinergi antara Kuba dan Indonesia lewat BRIN guna mempercepat penelitian dan produksi vaksin serta obat yang dapat diakses masyarakat luas. Ia juga mengusulkan agar kerja sama tidak hanya terbatas pada BRIN, tetapi juga melibatkan Kementerian Kesehatan serta sejumlah rumah sakit di Indonesia, sehingga hasil riset dapat langsung diaplikasikan dalam pelayanan kesehatan.
Duta Besar Kuba tersebut menyampaikan bahwa negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Kuba memiliki kepentingan yang sama dalam mengatasi tantangan penyakit berat seperti kanker. Menurutnya, dengan memanfaatkan keunggulan riset dari kedua pihak, khususnya teknologi dan sumber daya manusia, pengembangan obat kanker yang efektif dan vaksin halal dapat diwujudkan secara bersama.
BRIN sendiri sebagai lembaga riset nasional memiliki peran strategis dalam menginisiasi dan mengelola kerja sama internasional di bidang inovasi kesehatan. Kesepakatan atau diskusi awal seperti yang dilakukan bersama Dubes Kuba ini diharapkan dapat membuka jalan bagi proyek-proyek penelitian terpadu yang mendukung kemandirian dan ketersediaan vaksin maupun obat yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia melalui BRIN untuk terus menggali potensi kolaborasi global demi meningkatkan standar kesehatan nasional. Proses penjajakan kerja sama masih berlanjut dan diharapkan segera ada tindak lanjut konkret berupa perjanjian kerja sama serta program riset bersama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan