Media Kampung – Satelit Nusantara 5 (N5) yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) kini resmi memasuki tahap operasional dan siap dimanfaatkan secara komersial untuk memperkuat kapasitas layanan internet dan konektivitas digital di Indonesia serta kawasan Asia. Satelit ini menjadi simbol penting kemandirian Indonesia di bidang teknologi ruang angkasa.
Satelit yang dibuat oleh Boeing ini diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada 12 September menggunakan roket Falcon 9 milik Space-X yang dapat digunakan ulang sebagian. Peresmian pengoperasian satelit dilakukan di Jakarta pada 11 Mei, dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid, Kepala Staf Presiden Jenderal (purn) Dudung Abdurrahman, Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Stella Christie, serta Presiden Boeing Satellite System International Inc. Ryan Reid.
Menteri Kominfo Meutya Hafid menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan Indonesia tampil di berbagai forum internasional tidak hanya dalam bidang geopolitik, tetapi juga dalam bidang antariksa. Ia menambahkan bahwa saat ini sekitar 80 persen penduduk Indonesia telah terhubung dengan layanan internet, dan pemerintah berambisi untuk memastikan seluruh 280 juta warga dari Sabang hingga Merauke, serta dari Rote hingga Miangas, dapat terhubung secara merata.
Kapabilitas satelit N5 yang mengusung teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas 160 Gigabit per detik (Gbps) memungkinkan peningkatan signifikan dalam penyediaan layanan digital. Satelit ini juga mampu menjangkau layanan hingga ke wilayah Malaysia dan Filipina, menunjukkan peran strategis Indonesia dalam memperluas konektivitas digital di Asia.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menegaskan bahwa keberadaan satelit Nusantara 5 menandai pencapaian kemandirian nasional di sektor antariksa. Ia menyebutkan bahwa satelit ini menjadi bentuk nyata peningkatan kapasitas Indonesia dalam menyediakan layanan digital yang andal tidak hanya untuk dalam negeri tetapi juga untuk kawasan sekitarnya.
Selain pejabat pemerintah dan pimpinan PSN, acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh penting seperti Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Penerbangan dan Antariksa Indonesia (Ariksa) Burhanuddin Abdullah, Sekretaris Jenderal Ariksa Aryo Djojohadikusumo, serta Managing Director Sinar Mas Ferry Salman, sebagai bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam proyek ini.
Satelit Nusantara 5 diharapkan dapat menjaga pilar utama konektivitas, pertumbuhan, dan keamanan digital di Indonesia. Dengan pengoperasian satelit ini, diharapkan akses internet semakin merata dan mendukung kemajuan ekonomi digital nasional serta kedaulatan teknologi ruang angkasa Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan