Media Kampung – Musisi Tyler, the Creator secara tegas menyerukan ‘kematian semua data center‘ setelah mengetahui rencana ekspansi fasilitas tersebut di DeKalb County, Georgia. Dalam unggahan Instagram Story-nya, ia menyuarakan dukungan terhadap kandidat komisi county, Rev. Keyanna Jones Moore, yang menolak pembangunan data center baru karena dianggap merugikan masyarakat.
Moore berargumen bahwa data center akan mengganggu komunitas lokal dan memperparah dampak dari proyek ‘Cop City’ yang sudah ada. Ia khawatir data center akan semakin menggusur warga dari rumah mereka. Tyler, yang tinggal di California, mengaku terkejut bahwa masalah ini masih perlu diperdebatkan.
Menurut Tyler, data center mengonsumsi air bersih dalam jumlah besar sehingga menaikkan harga dan menurunkan kualitas air. Ia juga menyoroti polusi yang dihasilkan data center, yang secara tidak proporsional memengaruhi komunitas kelas bawah dan minoritas. Ia menyebut bahwa pejabat lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kesejahteraan rakyat.
Dalam unggahannya, Tyler menulis, ‘Protes dan menelepon nomor Kongres tidak ada gunanya. Posting Instagram Story juga tidak berguna. Gila, gila, gila.’ Ia mengakui bahwa aksinya sendiri mungkin tidak berdampak besar, tetapi ia mendukung semua orang yang melawan pembangunan data center.
Sementara itu, soal dampak AI terhadap kreativitas, Tyler tidak khawatir. Dalam wawancara dengan De La Soul di Art Official Intelligence Radio, ia berpendapat AI seharusnya digunakan untuk tugas-tugas membosankan, bukan untuk seni. ‘Mengapa membiarkan komputer melakukan kekuatan spesial yang dimiliki manusia? Bersihkan tanah, keluarkan sel kanker dari tubuh kita. Membuat beat? Tidak,’ ujarnya. Ia yakin kreativitasnya selalu selangkah di depan AI.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan