Media Kampung, Jakarta Selatan – Keluarga presenter Arie Untung tengah berduka. Sang ayah, H. Untung Rumekso yang akrab disapa Pukung, meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026) di usia 86 tahun setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kronologi Kesehatan Menurun

Menurut istri Arie, Fenita Arie, kondisi ayah mertuanya mulai menurun setelah mengalami kecelakaan. Pukung terjatuh dan harus menjalani operasi. Mengingat usianya yang sudah lanjut, keluarga memutuskan untuk melakukan tindakan medis agar proses pemulihan tidak berlangsung terlalu lama.

Baca juga:

“Sebenarnya itu awalnya jatuh ya. Awalnya jatuh karena kan udah sepuh, udah senior banget. Pukung kan umurnya udah 86 tahun. Kita juga keluarga sebenarnya udah bersyukur banget, banyak bonus banget kan Allah udah kasih panjang umurnya,” ujar Fenita saat ditemui di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7).

Operasi berjalan lancar, namun setelahnya kondisi Pukung justru terus menurun. Fenita menduga hal itu akibat efek obat-obatan. “Pas operasinya juga alhamdulillah lancar, tapi malah mungkin karena kena obat-obatan dan sebagainya, ya mungkin Pukung nggak kuat,” tuturnya.

Fenita menjelaskan, satu per satu organ vital ayah mertuanya mulai mengalami penurunan fungsi. “Terakhir organ-organ vitalnya sudah drop semua. Dari paru-parunya juga cuma bisa sebelah aja berfungsi. Terus jantungnya juga ada pembengkakan. Ginjalnya juga karena terlalu banyak obat yang dimasukin jadi udah nggak kuat,” ucapnya.

Baca juga:

Kondisi Kritis dan Kepergian

Pada malam sebelum meninggal, kondisi Pukung sempat kritis hingga tim medis melakukan resusitasi. “Semalam itu yang drop banget, sempat dipompa dadanya. Terus sempat balik lagi. Sampai akhirnya jam 11.14 kita sekeluarga tuh udah kayak udah ikhlas aja,” kata Fenita.

Keluarga sempat berharap kondisi Pukung membaik, namun memilih ikhlas. “Kalau misalnya kita paksain takutnya ini jadi egonya kita aja keluarga, tapi malah Pukungnya yang sakit. Jadi ya udah kita benar-benar dampingin terus. Alhamdulillah dari pihak rumah sakit juga ngebolehin kita di ICU dampingin terus, talqin terus, sampai akhirnya Pukung ngelepasin semuanya dan semua tenang banget,” lanjutnya.

Kenangan Arie untuk Sang Ayah

Arie Untung mengaku kepergian sang ayah menjadi kehilangan besar. “Dia orang pertama yang laki-laki pertama yang saya lihat di dunia. Yang gendong pertama kali dia, yang paling banyak jasanya buat saya itu dia. Udah segalanya banget sih,” ujar Arie.

Baca juga:

Presenter berusia 49 tahun itu juga mengaku baru benar-benar merasakan beratnya kehilangan setelah sang ayah berpulang. “Kita udah sering lihat pemakaman, tapi rasanya ternyata beda ya. Rasa patah hatinya berat juga ternyata. Tapi ya sudah, itu yang terbaik. Pukung udah nggak sakit lagi,” katanya.

Arie mengenang ayahnya sebagai sosok sederhana, pekerja keras, dan humoris. Meski hidup pas-pasan, sang ayah selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga. “Beliau itu sebenarnya kita dibesarkan bukan dengan ekonomi yang serba mewah. Sampai umur 52 tahun Bapak tuh masih pakai motor kerja ke mana-mana, yang penting kita bisa kuliah. Tapi di depan anak-anak kelihatannya kayak nggak ada masalah. Padahal di luar dia perangnya kayak apa kita nggak tahu,” tutur Arie.

Salah satu pesan yang selalu diingat Arie adalah untuk selalu bersikap baik kepada siapa pun. “Pesannya harus sopan sama orang, baik sama orang. Semua disapa. Sampai sekarang saya kalau ketemu siapa aja saya sapa. Jadi banyak teman gara-gara dia,” tandasnya.