Media Kampung – 13 April 2026 | Doni Salmanan kembali ke publik usai dibebaskan dari penjara, menampilkan tas Louis Vuitton dan dinilai masih tajir, sementara istrinya Dinan Fajrina menegaskan, “Aku yang beli”.

Pengumuman resmi Doni disampaikan lewat posting Instagram pada 9 April 2026, mengungkapkan rasa syukurnya dapat berkumpul kembali dengan keluarga di Bandung.

Meskipun sudah bebas, status hukumnya tetap dalam pembebasan bersyarat dan ia wajib melapor ke Bapas Bandung hingga Oktober 2029.

Dalam posting yang sama, Doni menambahkan niatnya untuk kembali aktif di media sosial dan menghasilkan konten positif.

Tak lama setelah itu, Doni mengaktifkan fitur berlangganan eksklusif di akun Instagram yang memiliki sekitar 1,6 juta pengikut.

Tarif berlangganan ditetapkan Rp23.000 per bulan, dan hingga 12 April 2026 tercatat lebih dari 6.000 pelanggan.

Berdasarkan data tersebut, potensi pendapatan bulanan Doni dapat mencapai sekitar Rp150 juta, menandakan sumber keuangan yang signifikan meski baru keluar dari penjara.

Reaksi netizen terbagi; sebagian melihat langkah tersebut sebagai upaya mandiri, sementara yang lain menilai tidak adil mengingat korban investasi yang menderita.

Salah satu komentar menulis, “Doni Salmanan setelah bebas buka fitur subscribe di IG, enak ya jadi influencer?”

Komentar lain menambah, “Penjara 8 tahun jadi 4 tahun, korbannya banyak jatuh miskin, dia masih cengengesan.”

Di tengah polemik, istri Doni, Dinan Fajrina, mengklarifikasi pembelian tas Louis Vuitton yang menjadi sorotan publik.

Dinan menyatakan, “Saya yang membeli tas LV itu, bukan Doni; saya melakukannya karena memang suka dan ingin menambah koleksi pribadi.”

Klaim tersebut muncul setelah foto pasangan memamerkan tas berlogo LV di sebuah kafe di Bandung, memicu dugaan penimbunan harta oleh Doni.

Pengamat keuangan menilai bahwa pendapatan berlangganan serta dukungan selebriti lain memungkinkan Doni tetap mempertahankan gaya hidup mewah.

Sule, komedian terkenal, secara terbuka memberikan dukungan moral kepada Doni, menyebutnya “pejuang yang pantas mendapat kesempatan kedua.”

Namun, organisasi perlindungan konsumen tetap menuntut keadilan bagi para korban platform investasi Quotex yang melibatkan Doni.

Pihak berwenang belum mengumumkan tindakan hukum tambahan, meski tetap memantau kepatuhan Doni terhadap persyaratan pembebasan bersyarat.

Doni menegaskan komitmen untuk tidak terlibat kembali dalam kegiatan investasi ilegal dan akan fokus pada konten edukatif di media sosial.

Ia juga berjanji akan menyumbangkan sebagian pendapatan berlangganan kepada lembaga sosial yang membantu korban penipuan online.

Kondisi keuangan Doni tetap kuat, terbukti dari kemampuan membeli tas bermerek dan meluncurkan layanan berbayar dalam waktu singkat.

Para pengamat media sosial mencatat bahwa strategi berlangganan menjadi tren baru bagi influencer yang ingin mengoptimalkan pendapatan pasca‑penjara.

Saat ini, Doni melanjutkan aktivitas harian di Bandung, sementara Dinan terus memperkuat citra positif melalui kegiatan amal dan donasi rutin.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.