Media Kampung – Jule Safrie cancel culture memicu sorotan publik setelah unggahan Safrie Ramadhan menampilkan tiga anak Na Daehoon dalam konteks yang dianggap tidak pantas, sehingga Na Daehoon memutuskan membatasi hak kunjungan Jule pada 1 Mei 2026.

Unggahan tersebut diposting di akun Instagram Safrie pada 30 April 2026, menampilkan anak-anak dengan makeup dewasa dan lelucon yang merendahkan peran ayah, menimbulkan keluhan keras dari Na Daehoon serta pendukung hak anak.

Na Daehoon dalam pernyataan resmi menegaskan bahwa ia memiliki hak asuh penuh secara hukum, namun selama ini tetap memberi akses kepada Jule demi kepentingan anak, sampai tindakan Safrie dianggap melanggar batas toleransi.

Ia menambahkan bahwa penggunaan kosmetik dewasa pada anak dan pembuatan lelucon publik merupakan pelanggaran etika serta dapat menimbulkan dampak psikologis negatif pada perkembangan mereka.

Jule, yang dikenal sebagai mantan Puteri Indonesia 2017, sebelumnya belum pernah terlibat kasus serupa, namun popularitasnya membuat setiap pernyataan dan tindakan menjadi sorotan media sosial yang intens.

Safrie Ramadhan, petinju profesional berusia 27 tahun, mendapatkan popularitas lewat konten kebugaran, namun kali ini kontroversi mengalihkan perhatian publik dari karier olahraganya ke isu perlindungan anak.

Banyak influencer dan selebriti mengeluarkan dukungan terhadap gerakan cancel culture, menuntut agar konten yang melibatkan anak diproses secara hukum dan menyoroti pentingnya tanggung jawab digital.

Menurut Undang-Undang Perlindungan Anak No. 35/2014, penyebaran materi yang mempermalukan atau mengeksploitasi anak dapat dikenakan sanksi pidana, sehingga pernyataan Na Daehoon tentang jalur hukum memiliki dasar hukum yang kuat.

Reaksi publik beragam; sebagian mengkritik Jule sebagai ibu yang tidak melindungi anak, sementara lainnya menilai Na Daehoon terlalu keras dan mengusulkan mediasi keluarga.

Beberapa tokoh hiburan, termasuk aktor dan YouTuber ternama, menegaskan pentingnya edukasi orang tua dalam penggunaan media sosial, serta menyerukan agar platform digital meningkatkan mekanisme pengawasan konten anak.

Saat ini proses hukum belum dimulai, namun Na Daehoon telah mengirimkan surat peringatan kepada Safrie dan pihak yang dianggap menyebarkan fitnah, serta menyiapkan bukti untuk kemungkinan kasus pencemaran nama baik.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa Jule masih dapat mengunjungi anaknya pada jam tertentu, namun tanpa kehadiran Safrie, dan keputusan pengadilan dijadwalkan akan diputuskan pada akhir Juni 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.