Media Kampung – 17 April 2026 | Egi Fazri, kreator konten asal Jakarta, mengunggah video permintaan maaf pada 16 April 2026 setelah mendapat hujatan luas karena meniru gaya Vidi Aldiano yang baru meninggal.

Dalam video berdurasi dua menit itu, Egi terlihat menahan air mata sambil menyampaikan penyesalan atas konten yang ia klaim menyerupai Vidi Aldiano.

Ia menyatakan, “Saya Egi Fazri ingin meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa terganggu dengan hadirnya pemberitaan dan konten saya mengenai almarhum Vidi Aldiano,” serta menegaskan akan menghapus semua unggahan terkait.

Penghapusan tersebut sudah terlihat di feed Instagramnya, di mana sejumlah video lipsync dan foto yang meniru penampilan Vidi telah dihilangkan.

Kontroversi bermula ketika Egi memposting serangkaian video yang menirukan cara bernyanyi dan gaya berpakaian Vidi Aldiano, mengklaim dirinya ingin menjadi “obat kangen” bagi keluarga dan penggemar almarhum.

Reaksi keras datang dari sahabat Vidi, termasuk Reza Chandika, Enzy Storia, Nino Kayam, dan Deddy Corbuzier, yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk pansos pada momen duka.

Reza Chandika menulis di komentar, “Memanfaatkan tragedi orang lain untuk popularitas tidak dapat diterima,” sedangkan Deddy Corbuzier menambahkan, “Kita harus menghormati proses berduka, bukan menjadikannya ajang viral.”

Para netizen pun turut mengkritik, dengan banyak yang menuntut Egi menghapus semua materi yang menyerupai Vidi.

Menanggapi tekanan tersebut, Egi berjanji tidak akan lagi membuat konten yang meniru Vidi Aldiano dan akan fokus pada kreasi orisinal.

Ia juga menyatakan keinginan untuk memperbaiki diri dan tidak lagi menyeret nama almarhum dalam setiap karya.

Di luar permintaan maaf, Egi juga mengklarifikasi bahwa ia tidak memiliki hubungan keluarga dengan Vidi maupun dengan sutradara Aditya Gumay, setelah rumor beredar di media sosial.

Ruben Onsu, sahabat Aditya Gumay, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak benar, dan Miss Fakta yang menyebarkan informasi itu mengakui kesalahannya karena mengandalkan data AI tanpa verifikasi.

Kejadian ini menambah contoh bagaimana penyebaran informasi dari kecerdasan buatan dapat menimbulkan hoaks jika tidak dipertanggungjawabkan.

Sejak Vidi Aldiano meninggal pada awal April 2026, banyak warganet yang mengungkapkan duka dan mengharapkan penghormatan yang layak bagi keluarga almarhum.

Kondisi ini menimbulkan tekanan moral bagi para konten kreator agar tidak memanfaatkan tragedi publik demi keuntungan pribadi.

Egi Fazri kini berjanji untuk memulai kembali kariernya dengan konten yang lebih autentik dan menghormati batas etika.

Ia menutup video dengan harapan bahwa publik dapat memberi kesempatan kedua dan ia dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Sejauh ini, respons publik terhadap video permintaan maafnya masih beragam, namun sebagian besar mengapresiasi keberanian Egi mengakui kesalahan.

Perkembangan selanjutnya akan terlihat pada langkah Egi dalam mengimplementasikan janji berhentinya konten mirip Vidi Aldiano.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.