Media Kampung – Dinar Candy, influencer muda yang aktif di platform TikTok dan Instagram, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah muncul laporan bahwa ia sempat dilarang berteman dengan selebriti Lisa Mariana. Pada saat yang sama, Dinar diketahui membagikan tawaran pekerjaan kepada seorang selebgram lain, menimbulkan perdebatan tentang etika kolaborasi di dunia maya.
Menurut sumber yang mengamati percakapan di grup media sosial pada akhir April 2024, pihak manajemen Lisa Mariana mengeluarkan peringatan resmi kepada Dinar Candy karena dugaan pelanggaran batas pribadi. Peringatan tersebut menyebutkan bahwa interaksi yang terlalu intens antara keduanya dapat menimbulkan citra negatif bagi kedua belah pihak. Manajemen Lisa Mariana menegaskan bahwa larangan tersebut bersifat sementara dan dimaksudkan untuk menjaga profesionalitas.
Meski dilarang, Dinar Candy tidak menghentikan aktivitasnya di jaringan sosial. Justru pada awal Mei 2024, ia mengumumkan lewat story Instagram bahwa ia sedang membuka lowongan kerja freelance untuk konten kreator. Tawaran tersebut secara khusus ditujukan kepada seorang selebgram yang dikenal dengan nama panggung “Rina Glam”. Dinar menyertakan detail tugas, durasi kontrak, serta honorarium yang ditawarkan, dan mengajak pengikutnya untuk menyebarkan informasi tersebut.
Rina Glam, yang memiliki lebih dari 800 ribu pengikut, segera menanggapi tawaran tersebut dengan menyatakan minatnya. Dalam sebuah posting, ia menulis, “Terima kasih atas kesempatan ini, saya siap berkolaborasi dengan tim Dinar Candy.” Pernyataan tersebut kemudian dibagikan oleh Dinar sebagai bukti keberhasilan jaringan kerjanya.
Latar belakang perseteruan antara Dinar dan Lisa bermula dari kolaborasi video yang direncanakan pada Januari 2024. Kedua pihak sempat merencanakan konten bersama yang menampilkan tantangan kecantikan. Namun, jadwal yang berdekatan dengan agenda pribadi Lisa menyebabkan ketidaksepakatan, dan manajemen Lisa mengambil langkah preventif dengan melarang Dinar mendekatinya secara pribadi.
Kasus ini menyoroti dinamika hubungan antar influencer di Indonesia, di mana batas antara persahabatan dan kerja sama profesional sering kali kabur. Ahli media digital, Dr. Riza Hidayat dari Fakultas Komunikasi Universitas Airlangga, berkomentar, “Pengaturan batasan antar selebriti menjadi penting agar tidak menimbulkan konflik kepentingan atau penyalahgunaan pengaruh. Kasus Dinar Candy dan Lisa Mariana menjadi contoh nyata bagaimana aturan tidak tertulis dapat memicu kontroversi publik.”
Sementara itu, respons publik terbagi. Sebagian netizen mengkritik Dinar karena dianggap memanfaatkan situasi larangan untuk memperluas jaringan kerja, sementara yang lain memuji inisiatifnya membuka peluang kerja bagi kreator baru. Salah satu komentar di media sosial menyebut, “Jika memang ada peluang, kenapa tidak dibagikan?” Sedangkan komentar lain menulis, “Etika tetap harus dijaga, terutama ketika ada larangan resmi.”
Hingga akhir Mei 2024, tidak ada pernyataan lanjutan dari manajemen Lisa Mariana mengenai apakah larangan tersebut masih berlaku atau sudah dicabut. Dinar Candy sendiri belum mengeluarkan klarifikasi resmi, namun terus mempublikasikan konten kolaboratif dengan kreator lain, termasuk Rina Glam, yang kini telah resmi menjadi bagian tim produksi Dinar.
Kondisi terbaru menunjukkan bahwa hubungan profesional antara Dinar Candy dan Rina Glam berjalan lancar, dengan beberapa video bersama yang telah diunggah dan mendapatkan total penonton mencapai lebih dari satu juta kali. Sementara itu, dinamika hubungan Dinar dengan Lisa Mariana tetap menjadi bahan perbincangan, menandai bahwa batasan sosial di kalangan influencer masih menjadi isu yang perlu diatur lebih jelas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan