Media Kampung – California Institute of Technology (Caltech) akan membangun Deep Synoptic Array (DSA), teleskop radio tercepat dan paling sensitif yang pernah dibuat. Proyek yang berlokasi di gurun Nevada, Amerika Serikat, ini ditargetkan selesai pada 2029 dan diproyeksikan mengubah cara astronom mengamati alam semesta.

DSA akan terdiri dari 1.650 piringan radio berdiameter hampir 20 kaki yang tersebar di area sekitar 12 x 10 mil di lembah terpencil Nevada, dekat Taman Nasional Great Basin. Jumlah ini jauh melampaui teleskop radio konvensional seperti Very Large Array di New Mexico yang hanya memiliki 27 piringan. Kombinasi ribuan piringan yang bekerja secara bersamaan akan menghasilkan resolusi spasial yang belum pernah dicapai sebelumnya, memungkinkan seluruh susunan antena beroperasi layaknya satu teleskop raksasa.

Memetakan Langit dengan Kecepatan Rekor

Peneliti utama DSA, Profesor Gregg Hallinan dari Caltech, mengatakan teleskop tersebut akan melakukan survei langit dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. “DSA akan mensurvei seluruh langit yang terlihat beberapa kali dalam lima tahun pertama dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Hallinan. Seluruh teleskop radio di dunia hingga saat ini baru berhasil mengidentifikasi sekitar 20 juta sumber radio, namun DSA diperkirakan mampu menemukan jumlah yang sama hanya pada hari pertama operasionalnya. “Pada akhir survei awalnya, ia akan menemukan sekitar 1 miliar sumber radio baru,” katanya.

Kemampuan ini diharapkan membantu ilmuwan mengungkap misteri kosmik seperti fast radio bursts (FRB) atau semburan radio cepat yang belum sepenuhnya dipahami, serta meneliti pengaruh dark energy terhadap percepatan ekspansi alam semesta.

Data Hampir Real-Time dan Terbuka untuk Publik

Keunggulan lain DSA adalah kecepatan pemrosesan data. Astronom dapat mengakses hasil pengamatan hampir secara real-time, memungkinkan analisis segera setelah data diterima. Profesor Vikram Ravi, rekan peneliti utama proyek, menyebut ini sebagai lompatan besar. “Astronomi radio akan segera berubah dari sketsa menjadi foto,” ujar Ravi.

Masyarakat umum juga akan memperoleh akses terhadap data DSA sejak awal operasional. Manajer proyek utama Katie Jameson mengatakan timnya berkomitmen menghadirkan sistem data terbuka. “Kami ingin seluruh dunia juga memiliki akses ke data secepat yang kami lakukan,” kata Jameson. DSA akan bekerja seperti laboratorium foto digital yang memproses citra radio secara langsung dan membagikannya kepada publik tanpa penundaan.

Kolaborasi Unik dengan Produsen Loyang Kue

Salah satu aspek paling menarik dari proyek ini adalah keterlibatan perusahaan pembuat loyang kue, Fat Daddios. Untuk menekan biaya produksi, Caltech menggandeng perusahaan tersebut guna memproduksi ribuan komponen logam berbentuk piringan. Kepala insinyur proyek Francois Kapp menjelaskan, “Ini semua tentang fabrikasi logam, dan ini adalah sesuatu yang Fat Daddios memiliki banyak pengalaman.” Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana inovasi ilmiah dapat lahir dari kerja sama antara dunia riset dan industri manufaktur nontradisional.

Dengan target penyelesaian pada 2029, Deep Synoptic Array diharapkan menjadi tonggak baru dalam sejarah astronomi radio, membantu menjawab pertanyaan mendasar tentang alam semesta sekaligus membuka era baru penelitian kosmik berbasis data terbuka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.