Media Kampung – Puasa Arafah pada tahun 2026 diperkirakan akan dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei. Ibadah puasa sunah ini memiliki posisi penting khususnya bagi umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji. Pada tanggal tersebut, umat Islam di seluruh dunia mengingat momen wukuf di Padang Arafah oleh para jemaah haji yang menjadi puncak ibadah haji.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama secara resmi menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan hitungan kalender hijriah, puasa Arafah yang berlangsung pada 9 Dzulhijjah bertepatan dengan tanggal 26 Mei 2026. Hari ini juga dikenal sebagai waktu di mana jemaah haji berkumpul di Arafah untuk berdoa dan bermunajat.

Puasa Arafah memiliki keutamaan besar seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW menyatakan bahwa puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Karena itu, puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji agar bisa mendapatkan keutamaan tersebut.

Selain puasa Arafah, umat Islam juga dianjurkan untuk menjalankan puasa Tarwiyah sehari sebelumnya pada 8 Dzulhijjah atau 25 Mei 2026. Puasa Tarwiyah menjadi persiapan spiritual menjelang puasa Arafah dan Iduladha. Kedua puasa sunah ini menambah nilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT pada hari-hari suci bulan Dzulhijjah.

Bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadan, puasa Arafah tetap diperbolehkan dilakukan. Meskipun begitu, kewajiban mengganti puasa Ramadan harus tetap diselesaikan. Sebagian ulama bahkan membolehkan menggabungkan niat puasa qadha Ramadan dengan puasa Arafah, tetapi ada pula yang menganjurkan agar niat dilakukan secara terpisah untuk menghindari perbedaan pendapat.

Pelaksanaan puasa Arafah sendiri dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam pada 9 Dzulhijjah. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan amal saleh pada hari tersebut sebagai bentuk penghambaan dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Sementara jemaah haji yang menjalankan wukuf di Arafah dianjurkan menjaga kondisi tubuh dan tenaga untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji selanjutnya.

Persiapan dan penetapan tanggal puasa Arafah ini menjadi penting bagi umat Islam di Tanah Air agar bisa menjalankan ibadah dengan penuh ketertiban dan keikhlasan. Pemerintah dan lembaga keagamaan terus mengimbau masyarakat agar menyambut hari-hari istimewa di bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak amalan baik, termasuk puasa Arafah sebagai sarana penghapus dosa dan peningkatan spiritual.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.