Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah menyiapkan operasi sweeping menyeluruh di wilayah Mekkah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh jemaah haji asal Indonesia tidak ada yang tertinggal saat keberangkatan menuju Arafah dimulai.
Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj RI, menyampaikan bahwa sweeping dilakukan setelah jemaah mulai bergerak menuju Arafah pada tanggal 8 Zulhijah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan hari Senin, 25 Mei 2026. Proses penyisiran akan membantu memastikan kelancaran pergerakan dan keamanan jemaah selama fase kritis ibadah haji.
Pergerakan jemaah akan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang waktu, yaitu pukul 06.00, 11.30, dan 17.30 waktu Arab Saudi. Fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dianggap sebagai tahap yang paling penting karena melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara yang bergerak secara bersamaan di lokasi terbatas.
Maria menekankan bahwa pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, ketaatan terhadap instruksi petugas, serta kondisi fisik jemaah menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan ibadah saat puncak haji. Kemenhaj terus mematangkan berbagai persiapan mulai dari pengaturan transportasi, kesiapan petugas di lapangan, hingga sistem pengawasan jemaah agar proses berjalan lancar.
Sampai saat ini, sebanyak 481 kelompok terbang (kloter) dengan total 186.401 jemaah serta 1.919 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Selain itu, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekkah juga masih berlangsung, dengan 472 kloter yang terdiri dari 182.332 jemaah dan 1.888 petugas sudah tiba di Mekkah.
Untuk gelombang kedua yang mendarat melalui Bandara King Abdulaziz International Airport Jeddah, tercatat 208 kloter dengan 79.945 jemaah dan 832 petugas sudah sampai di Arab Saudi. Kemenhaj juga melaporkan bahwa sebanyak 13.180 jemaah haji khusus saat ini telah berada di Arab Saudi dan mulai menjalankan rangkaian ibadah sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dengan berbagai persiapan matang tersebut, Kemenhaj RI berharap pelaksanaan puncak haji tahun ini dapat berlangsung dengan tertib dan aman, tanpa ada jemaah yang tertinggal atau mengalami kendala selama proses ibadah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan