Media Kampung – Keberangkatan jemaah haji Indonesia melalui Bir Ali menuju Makkah semakin padat dengan 23 kloter yang berangkat setiap hari pada Senin, 11 Mei 2026. Kepala Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, mengintensifkan koordinasi antarpetugas untuk memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar tanpa menguras tenaga mereka.

Divia menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah pengelolaan akses pintu masuk kawasan Bir Ali, yang bergantian dibuka dan ditutup setiap hari. Hal ini membutuhkan sinkronisasi ketat antara petugas dan otoritas setempat agar jemaah dapat segera menuju lokasi miqat dengan jarak tempuh yang lebih singkat dari area parkir bus ke masjid.

Dalam operasionalnya, terdapat delapan titik pemeriksaan di Bir Ali yang saling terhubung menggunakan komunikasi handy talky. Sistem ini berfungsi untuk menjaga konsistensi data jumlah jemaah dan armada bus antar sektor sehingga proses keberangkatan tetap teratur dan terpantau dengan baik.

Selain itu, petugas juga memberi perhatian khusus kepada lansia dan jemaah yang memiliki penyakit penyerta. Penanganan awal dilakukan oleh petugas kesehatan kloter sebelum jemaah yang memerlukan perawatan lebih lanjut dirujuk ke klinik setempat di Arab Saudi. Divia menegaskan, “Jika ada jemaah yang sakit, kami selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan kloter dan segera membawa jemaah kritis ke klinik.”

Divia mengimbau agar jemaah tidak memaksakan diri turun dari bus apabila kondisi fisik mereka kurang memungkinkan. Ia menegaskan bahwa di Bir Ali, yang wajib adalah niat untuk beribadah, bukan pelaksanaan shalat di lokasi tersebut. Untuk alasan keselamatan, lansia dan jemaah berisiko juga disarankan tetap berada di dalam bus selama perjalanan menuju Makkah.

Hingga saat ini, lebih dari 60 ribu jemaah telah diberangkatkan melalui Bir Ali. Perkuatan layanan dan koordinasi antarpetugas diharapkan mampu mendukung kelancaran arus jemaah selama masa puncak keberangkatan menuju Makkah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.