Media Kampung – Pada Rabu 6 Mei 2026, sebanyak 224 jemaah haji Mojokerto resmi berangkat ke Tanah Suci, menapaki rukun Islam kelima dengan doa, persiapan, dan semangat kebersamaan menunaikan ibadah.
Keberangkatan dilakukan di Pendapa Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto, dengan dihadiri Wali Kota Ika Puspitasari, Wakil Wali Kota Rachman Sidarta Arisandi, serta tokoh masyarakat setempat.
“Ini adalah panggilan Allah. Tidak semua yang memiliki keinginan diberi kesempatan, dan tidak semua yang mampu mendapat panggilan. Maka keberangkatan panjenengan semua adalah tanda dimudahkan dan dimuliakan oleh Allah SWT,” ujar Cak Sandi, sapaan akrab Wawali, saat melepas para jemaah.
Cak Sandi menegaskan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan anugerah spiritual yang hanya diberikan kepada mereka yang mampu menunaikan panggilan suci.
Ia mengutip Surat Ali Imran ayat 97, yang menegaskan kewajiban berhaji bagi yang mampu, sebagai landasan agama bagi para jemaah.
Haji dipandang sebagai perjalanan batin menuju ketaatan, kesabaran, kerendahan hati, dan kedekatan kepada Allah, sehingga setiap langkah di Tanah Suci mengandung makna mendalam.
Dalam sambutannya, Cak Sandi menekankan pentingnya kebersamaan antar jemaah, terutama dalam semangat haji ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan, agar semua dapat melaksanakan ibadah dengan aman.
Sejumlah data menunjukkan bahwa jumlah jemaah dari Mojokerto tiap tahun terus meningkat, mencerminkan kesadaran masyarakat akan nilai religius dan sosial yang terkandung dalam haji.
Logistik keberangkatan melibatkan penerbangan charter khusus, dengan persiapan medis, asuransi, serta pendampingan tim medis yang memeriksa kesehatan masing‑masing jemaah sebelum meninggalkan kota.
Setiap jemaah telah menjalani vaksinasi wajib, pemeriksaan laboratorium, dan pelatihan singkat mengenai tata cara pelaksanaan rukun Islam kelima, yaitu thawaf dan sa’i di sekitar Masjidil Haram.
Rukun Islam kelima menuntut pelaksanaan tawaf, sa’i, serta wukuf di Arafah, yang dijadwalkan selama masa tinggal di Arab Saudi, dengan panduan dari pembina haji yang berpengalaman.
Setelah upacara perpisahan, para jemaah meninggalkan Mojokerto dengan harapan ibadah yang lancar, dan seluruh pihak mengucapkan doa agar perjalanan mereka dipenuhi keberkahan dan keselamatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan