Media Kampung – Pada musim haji tahun 2026, seorang jemaah berusia 85 tahun asal Pasuruan, Kamariyah Dul Tayib, dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah tiba di kota suci Madinah karena gangguan pernapasan yang mendadak. Kejadian ini terjadi pada hari Selasa, 28 April 2026, ketika rombongan haji sedang melakukan proses pemeriksaan medis pertama di fasilitas kesehatan setempat.
Kematian tersebut menambah daftar korban jiwa yang terjadi pada rangkaian ibadah haji 2026, memicu kepedulian lebih besar terhadap kondisi kesehatan jemaah yang berusia lanjut.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui juru bicara Maria Assegaff mengkonfirmasi bahwa selain jemaah dari Pasuruan, satu lagi jemaah berusia 68 tahun asal Solo, bernama Rodiyah, juga meninggal karena komplikasi kesehatan serupa pada hari yang sama. Maria menegaskan, ‘Kami doakan agar mereka mendapatkan husnul khotimah dan mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga pola istirahat, nutrisi, serta melaporkan keluhan kesehatan secara cepat kepada petugas.’
Secara keseluruhan, Kemenhaj melaporkan bahwa hingga 28 April 2026, sebanyak 40.796 jemaah haji telah diberangkatkan ke Arab Saudi, dengan 1.373 kasus rawat jalan, 30 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan 54 pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit kerajaan. Sebanyak 30 klinik telah dibuka di Mekah dan lima klinik tambahan di Madinah untuk memberikan layanan medis yang cepat dan terkoordinasi, sementara setiap kloter dilengkapi dengan dokter dan tenaga kesehatan profesional.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa protokol kesehatan meliputi pemeriksaan pra-keberangkatan, pemantauan kondisi selama perjalanan, serta penempatan fasilitas klinik khusus di zona ibadah untuk mengantisipasi risiko penyakit pada jemaah yang berusia lanjut atau memiliki riwayat medis. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan kejadian fatal dan memastikan pelaksanaan haji 2026 berjalan aman, nyaman, serta lancar bagi seluruh peserta.
Hingga kini, keluarga Kamariyah Dul Tayib dan Rodiyah masih dalam proses pemakaman di tanah suci, sementara Kemenhaj terus melakukan evaluasi terhadap prosedur medis dan memberikan dukungan rohaniah kepada keluarga yang ditinggalkan. Dengan doa dan komitmen bersama, otoritas berharap bahwa insiden serupa dapat dicegah pada pelaksanaan haji berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan