Media Kampung – Seorang jemaah haji lansia asal Tegal meninggal dunia di Madinah setelah mengalami sesak napas sesampainya di bandara, menimbulkan keprihatinan di kalangan umat Muslim dan petugas pelaksana ibadah haji.

Jemaah bernama Suwandi (84 tahun) tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Surabaya, yang tiba di Tanah Suci pada 25 April 2026 dan langsung diarahkan ke area kedatangan bandara King Abdulaziz, Madinah.

Setelah proses imigrasi selesai, Suwandi mengeluh sesak napas dan rasa lemas, kemudian petugas kesehatan bandara segera menanganinya dengan oksigen tambahan dan pemeriksaan awal.

Tim medis PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) mencatat penurunan tekanan darah dan denyut nadi yang tidak stabil, lalu memutuskan memindahkan jemaah ke rumah sakit terdekat di Madinah untuk penanganan lebih lanjut.

Di RS King Fahd Madinah, dokter menemukan gangguan pernapasan akut yang dipicu oleh kombinasi faktor usia lanjut, dehidrasi, dan kemungkinan infeksi pernapasan ringan yang belum terdeteksi sebelumnya.

Meski tim medis berupaya keras dengan terapi oksigen, cairan intravena, dan pemantauan ketat, kondisi Suwandi memburuk dalam beberapa jam dan dinyatakan meninggal pada pukul 18.45 waktu setempat.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As’adul Anam, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikan rasa duka yang mendalam, sekaligus menegaskan bahwa prosedur penanganan jenazah akan dijalankan sesuai regulasi Arab Saudi.

Menurut pernyataan resmi PPIH, proses badal haji akan dilaksanakan oleh jemaah yang memenuhi syarat, sehingga hak ibadah almarhum tetap terjaga dan keluarga dapat memperoleh kelegaan spiritual.

Untuk urusan asuransi, pihak penyelenggara menunggu terbit Certificate of Death dari otoritas Saudi, yang nantinya akan menjadi dasar pencairan klaim kepada ahli waris di Indonesia.

Petugas haji mengingatkan seluruh jemaah, terutama yang berusia lanjut, untuk memperhatikan kondisi fisik, menghindari aktivitas berlebihan, serta memanfaatkan layanan fast‑track imigrasi dan layanan kesehatan khusus yang disediakan.

Kejadian ini menambah catatan mengenai risiko kesehatan jemaah senior selama fase awal kedatangan di Tanah Suci, menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan medis pra‑berangkat dan pemantauan intensif setibanya.

Hingga kini, keluarga Suwandi di Tegal masih dalam proses pemulangan jenazah dan menunggu informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan prosesi pemakaman di Madinah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.