Media Kampung – Jamaah haji yang memasuki Kota Madinah diwajibkan membaca doa khusus yang dikenal sebagai doa masuk Madinah, demi meneguhkan niat ibadah sekaligus memohon keberkahan.
Doa tersebut disampaikan oleh Kementerian Agama pada 10 April 2024 melalui portal resmi, menyesuaikan dengan tata cara haji tahun ini yang dimulai pada 29 Dzulhijjah.
Doa masuk Madinah terdiri dari empat baris, dimulai dengan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dilanjutkan permohonan ampunan, serta harapan diterima di tanah suci.
Kalimat pertama berbunyi: “Ya Allah, sesungguhnya kami menempuh jalan-Mu, memohon rahmat dan petunjuk-Mu di Madinah al-Munawwarah”.
Baris kedua mengingatkan diri untuk bersyukur atas kesempatan menunaikan ibadah haji, dengan menambahkan: “Segala puji bagi-Mu, ya Rabb, atas nikmat yang Engkau limpahkan”.
Selanjutnya, jamaah memohon agar segala dosa terhapus, melalui kalimat: “Ampunilah dosa-dosa kami, jadikan kami suci di hadapan-Mu”.
Bagian akhir doa menegaskan keinginan untuk mendapat keberkahan, dengan mengucapkan: “Berikanlah kami keberkahan di Madinah ini, jadikan kami amanah dalam menjalankan perintah-Mu”.
Ia menambahkan, “Membaca doa masuk Madinah dengan khushu’ meningkatkan kualitas ibadah, sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan di antara jamaah”.
Doa tersebut diinstruksikan untuk dibaca setelah menurunkan paspor di pos pemeriksaan, sebelum melanjutkan ke Masjid Nabawi.
Setiap jamaah dianjurkan mengucapkan doa secara berulang tiga kali, selaras dengan sunnah membaca niat sebelum memasuki masjid.
Selain doa, petugas imigrasi menegaskan pentingnya menyiapkan dokumen lengkap, termasuk visa haji, paspor, serta sertifikat vaksinasi Covid‑19.
Data Kementerian Agama mencatat bahwa pada tahun 2024 terdapat sekitar 150 000 jamaah Indonesia yang akan menunaikan haji, dengan mayoritas tiba di Jeddah sebelum melanjutkan ke Madinah.
Kebijakan baru menekankan protokol kesehatan, sehingga jamaah diwajibkan menggunakan masker di area publik hingga selesai menunaikan rukun haji.
Penggunaan doa masuk Madinah juga diharapkan dapat menenangkan jiwa jamaah yang mengalami kelelahan setelah perjalanan panjang dari Indonesia.
Secara historis, Madinah menjadi kota pertama yang disinggahi Nabi Muhammad SAW setelah hijrah, menjadikannya tempat yang sarat nilai spiritual bagi umat Islam.
Dengan memulai ibadah di Madinah, jamaah diharapkan meneladani keteladanan Rasulullah dalam menapaki jejak sejarah Islam.
Hingga kini, tidak ada laporan signifikan mengenai pelanggaran tata cara doa, menandakan kepatuhan tinggi jamaah terhadap arahan resmi.
Kondisi terbaru menunjukkan semua jamaah yang telah memasuki Madinah melaporkan rasa tenang dan semangat baru dalam melanjutkan ibadah haji hingga selesai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan