Media Kampung – Dua siswa SMK Taruna Bhakti Depok menemukan celah keamanan NASA melalui program bug bounty, mendapat pengakuan internasional dan membuka peluang karier di bidang siber.
Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda, keduanya kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, berhasil mengidentifikasi kerentanan pada salah satu aset digital badan antariksa Amerika Serikat.
Rakha mengaku rasa ingin tahu awalnya muncul saat mencoba mengakses jaringan sekolah, kemudian berkembang menjadi ketertarikan pada keamanan siber setelah mengikuti kompetisi lokal.
Balqis menambahkan bahwa ia bergabung dengan platform resmi seperti Bugcrowd dan HackerOne setelah melihat komunitas keamanan siber di kota lain, dan mulai berkontribusi pada program bug bounty internasional.
NASA mengoperasikan Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang memungkinkan peneliti etis melaporkan temuan tanpa imbalan finansial, melainkan penghargaan berupa sertifikat dan pencantuman nama dalam Hall of Fame.
Kedua siswa menemukan celah tipe cross‑site scripting (XSS) pada portal data publik NASA, melaporkannya melalui VDP, dan dalam tiga hari NASA mengonfirmasi temuan serta memperbaiki sistem.
NASA kemudian mengumumkan penghargaan kepada mereka, mencantumkan nama Rakha dan Balqis dalam Hall of Fame serta mengirimkan surat apresiasi yang kemudian dipublikasikan oleh media internasional.
Keberhasilan ini menyoroti meningkatnya minat generasi muda Indonesia terhadap keamanan siber, sejalan dengan program pemerintah yang mendukung pelatihan cyber talent di tingkat SMK.
Saat ini Rakha dan Balqis melanjutkan studi mereka di SMK sambil menerima undangan dari NASA untuk menjadi mentor junior dalam program edukasi keamanan siber global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan