Media Kampung – Bacaan Al-Fatihah Si Tolhah mengisahkan seorang santri yang belum fasih melafalkan Al‑Fatihah namun diminta mengobati orang yang dikisahkan kesurupan.
Cerita ini ditulis oleh Rifki Imam Salafi dan dipublikasikan di portal NU.org pada tanggal tertentu, menampilkan latar pesantren tradisional di Jawa Timur.
Tokoh utama, yang dikenal dengan sebutan Tolhah, adalah santri muda yang masih belajar tajwid dan pengucapan ayat-ayat Al‑Qur’an.
Ketika seorang warga desa mengalami gejala kesurupan, pihak pesantren meminta Tolhah untuk memimpin doa dengan bacaan Al‑Fatihah sebagai upaya spiritual.
Keputusan tersebut menimbulkan keheranan karena Tolhah belum mampu mengucapkan Al‑Fatihah dengan lancar, namun rasa tanggung jawab mendorongnya berusaha.
Ia mengulang-ulang ayat secara perlahan, berlatih bersama guru pengajarnya, dan memohon pertolongan Allah agar dapat menyampaikan bacaan dengan khusyu’.
Selama proses pengobatan, Tolhah menyuarakan Al‑Fatihah secara terbata‑bata, namun keikhlasan niatnya dianggap cukup kuat oleh para saksi.
Orang yang mengalami kesurupan tersebut perlahan tenang, menandakan bahwa kekuatan doa dan niat tulus dapat berperan dalam mengatasi gangguan spiritual.
Rifki Imam Salafi menekankan dalam cerpen ini bahwa kefasihan dalam membaca Al‑Qur’an bukan satu‑satunya faktor penting; keikhlasan dan kepercayaan juga berpengaruh.
Penelitian sosial tentang praktik keagamaan di pesantren menunjukkan bahwa peran santri dalam kegiatan rohani masyarakat sering kali melampaui batas akademik formal.
Kisah ini juga menyoroti dinamika hubungan antara tradisi keagamaan lokal dan kebutuhan spiritual warga desa.
Sejak diterbitkan, Bacaan Al‑Fatihah Si Tolhah mendapat respons positif dari pembaca yang mengapresiasi nuansa realistis serta nilai keagamaan yang kuat.
Beberapa kritikus sastra menilai gaya bahasa Rifki Imam Salafi sederhana namun efektif dalam menyampaikan konflik internal tokoh.
Hingga kini, cerita tersebut tetap menjadi bahan diskusi di kelas-kelas kajian literatur dan kajian keagamaan di beberapa perguruan tinggi.
Dengan demikian, Bacaan Al‑Fatihah Si Tolhah tidak hanya menjadi hiburan semata, melainkan juga sarana edukasi tentang pentingnya niat dan keikhlasan dalam beribadah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan