Media KampungMuhammadiyah mengubah Program Makan Bergizi menjadi gerakan mandiri dan berkelanjutan dengan mendirikan Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) untuk menjawab kebutuhan gizi jangka panjang di Indonesia.

Awalnya, Muhammadiyah berpartisipasi dalam program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG), namun kini menyiapkan BPPGM sebagai entitas independen yang tidak tergantung pada pendanaan pemerintah.

“BPPGM ini nanti tidak bergantung dengan program MBG pemerintah,” ujar Hilman Latief, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan komitmen organisasi terhadap keberlanjutan.

BPPGM akan dikelola oleh tim profesional dengan sumber dana berasal dari sumbangan anggota, mitra korporasi, serta pendapatan usaha sosial yang transparan dan terukur.

Program ini menargetkan anak-anak sekolah, santri, serta keluarga rentan di wilayah perkotaan dan pedesaan, dengan fokus pada penyediaan makanan bergizi lengkap setiap hari.

Piloting BPPGM dimulai di Yogyakarta pada awal Mei 2026, kemudian akan diperluas ke provinsi lain setelah evaluasi hasil dan penyesuaian operasional.

Sebelum transformasi, program MBG yang diikuti Muhammadiyah berhasil menyuplai makanan bergizi kepada lebih dari lima ratus ribu anak di lebih dari 200 sekolah.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan tingginya tingkat stunting di Indonesia, sehingga inisiatif mandiri seperti BPPGM dianggap krusial untuk menurunkan angka tersebut.

Muhammadiyah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk memperkuat jaringan distribusi serta meningkatkan kapasitas pelatihan gizi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.