Media Kampung – 18 April 2026 | Jabariyah merupakan salah satu aliran teologi Islam yang menolak keberadaan kehendak bebas manusia dan menekankan bahwa segala tindakan sepenuhnya berada di bawah kuasa takdir Tuhan.

Aliran ini muncul pada abad ke‑VIII Masehi di wilayah Kufa, Irak, berakar pada pemikiran para sahabat dan tabi’in yang menafsirkan ayat‑ayat Al‑Qur’an tentang qadar secara mutlak.

Pandangan ini kontras tajam dengan Qadariyah yang mempercayai kebebasan manusia dalam memilih, sehingga perdebatan antara kedua aliran menjadi salah satu polemik teologis terbesar dalam sejarah Islam.

Beberapa tokoh yang terkait dengan Jabariyah antara lain Al‑Kindi, Al‑Fārābī, serta ulama Kufa seperti al‑Mardaway, yang menulis risalah menegaskan keabsahan takdir mutlak.

Di masa kini, aliran ini tetap menjadi subjek kajian akademik di bidang ilmu kalam, meski mayoritas umat Islam tidak mengidentifikasi diri secara eksplisit sebagai Jabariyah.

Seperti yang dikutip dari kitab “Al‑‘Ilm al‑Kalam” karya al‑Fārābī, “Manusia hanyalah instrumen yang dijalankan oleh perintah Allah, dan tidak ada yang dapat mengubah ketetapan‑Nya.”

Hingga saat ini, diskusi mengenai Jabariyah masih hidup di kalangan cendekiawan, terutama dalam konteks perdebatan tentang kebebasan beragama, etika, dan tanggung jawab sosial dalam dunia modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.