Media Kampung – 18 April 2026 | PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Situbondo berhasil menjaga keandalan pasokan listrik selama kunjungan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, pada Jumat, 17 April 2026. Keandalan tersebut menjadi faktor penting dalam mendukung rangkaian kegiatan di dua pondok pesantren terbesar di wilayah tersebut.

Kunjungan Menteri Agama mencakup Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo di Kecamatan Banyuputih dan Pondok Pesantren Walisongo di Kecamatan Panji. Kedua institusi menerima layanan listrik tanpa gangguan selama agenda pembinaan dan penguatan peran pesantren.

“Alhamdulillah, selama kunjungan Menteri Agama, sistem kelistrikan andal tanpa gangguan,” ujar Manager PLN UP3 Situbondo, Teguh Budi Oktavianto. Ia menegaskan bahwa timnya telah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal minggu sebelum kedatangan pejabat tinggi.

Tim teknis PLN melakukan pengecekan menyeluruh pada jaringan distribusi di wilayah Banyuputih dan Panji, termasuk inspeksi gardu induk serta trafo utama. Pemeliharaan preventif meliputi pembersihan isolator, pengencangan sambungan, dan pengujian beban maksimum untuk menghindari potensi pemadaman.

Selain inspeksi, PLN menempatkan personel cadangan di titik-titik strategis dekat pondok pesantren untuk respon cepat bila terjadi gangguan. Peralatan portabel seperti generator diesel berkapasitas 500 kVA serta panel kontrol mobile juga disiapkan sebagai penyangga darurat.

Koordinasi intensif dilakukan antara PLN, Badan Keamanan Konstruksi, dan pihak keamanan setempat guna memantau kondisi lapangan secara real time. Sistem pemantauan daring berbasis SCADA memastikan setiap perubahan beban listrik tercatat dan dapat ditindaklanjuti seketika.

Ketersediaan listrik yang stabil mendukung pelaksanaan program pembinaan pesantren yang difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dan infrastruktur. Dengan aliran energi yang konsisten, para santri dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, ibadah, serta pelatihan kejuruan tanpa gangguan.

PLN juga menyiapkan unit UPS berkapasitas 250 kVA pada masing-masing pondok untuk melindungi peralatan elektronik penting seperti komputer dan peralatan audio visual. Penggunaan sistem grounding yang diperbaharui mengurangi risiko lonjakan tegangan yang dapat merusak peralatan kritis.

Masyarakat sekitar merasakan manfaat langsung dari keandalan listrik, terutama pada usaha kecil yang mengandalkan listrik untuk operasional harian. Data sementara menunjukkan tidak ada laporan pemadaman atau penurunan tegangan selama jam kunjungan, menegaskan efektivitas langkah antisipatif.

Teguh Budi Oktavianto menegaskan komitmen PLN untuk terus memberikan pelayanan prima, khususnya dalam mendukung kegiatan kenegaraan dan keagamaan. Ia menambahkan bahwa tim akan terus melakukan evaluasi pasca‑kunjungan untuk meningkatkan standar operasional di masa depan.

Upaya menjaga keandalan pasokan listrik di Situbondo sejalan dengan kebijakan nasional PLN untuk meningkatkan kualitas layanan di seluruh Indonesia. Target pemerintah 2026 mencakup penurunan tingkat gangguan listrik menjadi kurang dari 0,5 % pada jaringan distribusi daerah.

Hingga akhir hari Jumat, 17 April 2026, kondisi pasokan listrik di Situbondo tetap prima tanpa insiden yang dilaporkan. PLN UP3 Situbondo siap melanjutkan pemantauan berkelanjutan untuk memastikan kelancaran aktivitas publik dan religius ke depannya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.