Media Kampung – 18 April 2026 | Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta, Yayan Suryana, menekankan pentingnya menghadirkan Islam secara kaffah dalam seluruh dimensi kehidupan pada Khutbah Jumat 17 April 2026. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa praktik agama harus melampaui ibadah ritual dan merambah ke bidang sosial, ekonomi, pendidikan, serta budaya.

Khutbah dilaksanakan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, dihadiri ribuan jamaah dan mahasiswa. Yayan menyoroti bahwa Islam menuntut umatnya untuk mengintegrasikan nilai-nilai syariah dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Yayan Suryana menegaskan, “Islam menuntut umatnya untuk menjalankan ajaran agama secara menyeluruh atau kaffah, bukan parsial dan terbatas hanya pada ruang-ruang ibadah semata.” Ia menambahkan bahwa kegagalan menerapkan prinsip kaffah dapat mengakibatkan fragmentasi moral dan sosial.

Konsep kaffah bersumber dari ayat Al‑Qur’an yang memerintahkan umat beriman untuk menegakkan keadilan, kebaikan, dan kejujuran dalam segala urusan (QS. Al‑Maidah: 8). Interpretasi tersebut menuntut penerapan nilai-nilai Islam pada kebijakan publik, tata kelola bisnis, serta interaksi interpersonal.

Sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah telah lama mempromosikan Islam yang inklusif dan progresif. Kebijakan internalnya menekankan pendidikan berbasis nilai, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi yang selaras dengan prinsip kaffah.

Di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan, program kurikulum kini dirancang untuk menyelaraskan ilmu pengetahuan modern dengan etika Islam, sehingga lulusan dapat menjadi agen perubahan yang berintegritas. Pendekatan ini diharapkan menumbuhkan generasi yang mampu menyelesaikan tantangan global tanpa mengorbankan identitas keagamaan.

Dalam sektor ekonomi, penerapan kaffah mendorong praktik bisnis yang adil, transparan dan berbasis zakat serta sedekah, memperkuat kesejahteraan sosial. Sementara dalam politik, nilai-nilai kejujuran dan kepedulian publik yang diusung Islam diharapkan memperkaya budaya demokrasi di Indonesia.

Yogyakarta, sebagai kota pelajar dan pusat kebudayaan, menjadi laboratorium ideal bagi implementasi Islam kaffah, mengingat keberagaman budaya dan dinamika sosialnya. Kerjasama antara Muhammadiyah, universitas, serta pemerintah daerah telah meluncurkan inisiatif lintas sektoral sejak awal tahun 2026.

Pada pekan ini, Muhammadiyah Yogyakarta merencanakan serangkaian lokakarya dan pelatihan bagi tokoh masyarakat, pengusaha, dan pendidik untuk memperdalam pemahaman kaffah. Harapannya, gerakan ini akan memperluas dampak positif Islam secara menyeluruh di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.