Media Kampung – 17 April 2026 | Visa Haji sempat mengalami kendala teknis pada awal bulan ini, namun Kementerian Haji (Kemenhaj) menegaskan bahwa semua petugas tetap akan berangkat sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan haji meski terdapat hambatan administrasi.
Kendala muncul ketika sistem penerbitan visa di kantor perwakilan Kemenhaj di Arab Saudi mengalami gangguan jaringan pada tanggal 12 April 2026.
Gangguan tersebut menyebabkan penundaan sementara dalam pencetakan visa bagi sejumlah petugas yang bertugas mengawal jamaah.
Setelah mendeteksi masalah, tim teknis Kemenhaj segera mengaktifkan prosedur darurat dan berkoordinasi dengan otoritas Saudi untuk mempercepat verifikasi data.
Koordinasi tersebut menghasilkan penyelesaian penuh pada sore hari tanggal 13 April, sehingga semua visa yang tertunda dapat diproses kembali.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji, Dr. Ahmad Rizal, menyatakan, “Kami telah memastikan bahwa setiap visa yang sempat terhambat kini telah diterbitkan, dan tidak ada satupun petugas yang akan kehilangan hak keberangkatan.”
Ia menambahkan, “Kesiapan ini penting demi menjaga ritme keberangkatan yang sudah dijadwalkan pada 20 April 2026.”
Angka tersebut menunjukkan bahwa gangguan hanya menyentuh sebagian kecil proses, sehingga dampak keseluruhan tetap minimal.
Petugas yang terkena dampak meliputi pembina jamaah, pendamping medis, serta staf keamanan yang biasanya mendampingi perjalanan dari Indonesia ke Mekah.
Seluruh mereka kini telah menerima konfirmasi resmi melalui email dan pesan singkat mengenai jadwal keberangkatan baru.
Kemenhaj juga menegaskan bahwa seluruh persiapan logistik, termasuk tiket pesawat, akomodasi, dan perlengkapan ibadah, tidak terpengaruh oleh masalah visa tersebut.
Jadwal keberangkatan tetap dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno‑Hatta pada pukul 02.30 WIB, dengan estimasi tiba di Jeddah pada pukul 09.15 waktu setempat.
Pihak maskapai yang ditunjuk, Garuda Indonesia, telah menyiapkan dua pesawat tambahan sebagai langkah antisipasi jika terjadi perubahan mendadak.
Selain itu, Kemenhaj membentuk satuan tugas khusus yang akan memantau proses imigrasi di bandara kedatangan Arab Saudi selama tiga hari pertama.
Tim tersebut akan memastikan bahwa semua petugas dapat melewati prosedur imigrasi tanpa hambatan lebih lanjut.
Dengan semua langkah korektif telah dilaksanakan, kondisi terbaru menunjukkan bahwa tidak ada penundaan lebih lanjut dan seluruh petugas siap berangkat sesuai jadwal yang telah disepakati.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan