Media Kampung – 15 April 2026 | Kementerian Agama (Kemenhaj) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemenimipas) resmi memperluas jaringan Makkah Route hingga Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, guna memperlancar proses keberangkatan jamaah haji dari wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Langkah ini menandai perluasan layanan haji yang sebelumnya hanya terbatas pada pelabuhan-pelabuhan utama di Jawa dan Sumatera.
Pembukaan fasilitas Makkah Route di Makassar diumumkan pada 12 April 2024 dalam rangkaian upaya pemerintah meningkatkan efisiensi logistik haji, dengan target melayani lebih dari 3.000 jamaah dari provinsi Sulawesi setiap tahunnya. Penambahan rute ini diharapkan dapat mengurangi waktu transit dan biaya transportasi laut bagi calon jamaah yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh ke pelabuhan di Jawa.
Makkah Route merupakan program terpadu yang menghubungkan titik-titik keberangkatan di Indonesia dengan pelabuhan-pelabuhan utama di Timur Tengah melalui kombinasi transportasi laut, udara, dan darat, serta dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan, bea cukai, dan layanan administrasi haji. Dengan melibatkan Kemenimipas, rute ini memanfaatkan armada kapal penumpang berstandar internasional yang dilengkapi fasilitas ibadah dan akomodasi layak selama perjalanan laut.
Di Bandara Sultan Hasanuddin, fasilitas baru mencakup counter khusus haji, ruang pemeriksaan medis, serta area penjemputan dan penurunan penumpang yang terintegrasi dengan terminal penumpang domestik, memungkinkan jamaah melakukan proses check‑in secara langsung setelah tiba di bandara. Selain itu, tersedia layanan penyimpanan barang ibadah dan pengurusan dokumen perjalanan yang diproses oleh petugas Kemenhaj secara bersamaan.
“Keberadaan Makkah Route di Makassar akan mempercepat proses keberangkatan jamaah haji, khususnya bagi warga Sulawesi yang selama ini harus menempuh jarak jauh ke pelabuhan di Jawa,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutan resmi, menekankan pentingnya sinergi antar‑lembaga untuk meningkatkan kualitas layanan haji nasional.
Dengan rute baru ini, jamaah dari provinsi Sulawesi Utara, Tengah, dan Tenggara dapat mengakses layanan haji tanpa harus melakukan perjalanan lintas pulau yang melelahkan, sehingga meningkatkan partisipasi dan kepuasan jamaah serta mengurangi beban finansial keluarga. Pemerintah juga menyiapkan program subsidi tambahan bagi jamaah berpenghasilan rendah yang akan memanfaatkan fasilitas ini.
Ekspansi Makkah Route merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang lebih luas untuk mendiversifikasi titik keberangkatan haji, mengingat tekanan kapasitas di pelabuhan-pelabuhan tradisional seperti Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Sejak 2020, Kemenhaj telah menambah tiga pelabuhan baru di Kalimantan, Papua, dan kini Sulawesi, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan akses haji yang merata di seluruh kepulauan.
Saat ini, fasilitas di Bandara Makassar telah siap beroperasi sejak awal Mei 2024, dengan jadwal pertama keberangkatan jamaah dijadwalkan pada bulan Juli 2024. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah jamaah haji dari wilayah timur Indonesia sebesar 15% pada tahun haji berikutnya, menandakan keberhasilan awal implementasi Makkah Route di Makassar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan