Media Kampung – Pemerintah Kota Mojokerto mengumumkan penyaluran bantuan sosial tahun ini telah selesai, namun jumlah penerima menurun akibat beberapa penerima pindah domisili atau meninggal dunia.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto, Farida Mariana, menjelaskan bahwa dinamika perubahan data adalah hal wajar dalam proses distribusi bansos, mulai dari penetapan sasaran hingga realisasi akhir.
Awalnya, anggaran mencakup 1.342 lansia kurang mampu, namun setelah verifikasi lapangan dan penyesuaian, bantuan hanya sampai ke 1.038 orang, masing-masing menerima Rp500 ribu.
“Kami menganggarkan 1.342 sasaran, namun karena ada yang meninggal atau pindah domisili, bantuan akhirnya disalurkan kepada 1.038 penerima,” ujar Farida Mariana.
Kelompok anak yatim nonpanti semula direncanakan sebanyak 193 anak, namun tiga orang berpindah domisili sehingga bantuan Rp1 juta per anak hanya diterima oleh 190 anak.
“Tiga anak yatim nonpanti telah berpindah domisili, sehingga bantuan kami hanya sampai ke 190 anak,” tambah Farida.
Bantuan untuk penyandang disabilitas berat direncanakan sebesar Rp350 ribu untuk 263 orang, namun realisasi menunjukkan 236 orang yang berhasil menerima bantuan.
Farida menegaskan bahwa penurunan angka ini juga dipengaruhi oleh kematian dan pindah domisili, serta bahwa bantuan untuk penyandang disabilitas berat masih dalam proses finalisasi.
Kelompok tukang becak, yang awalnya dijadwalkan 313 orang, akhirnya menerima bantuan sebanyak 292 orang karena satu orang pindah domisili dan satu lainnya teridentifikasi sebagai data ganda.
“Satu tukang becak berpindah domisili dan satu lagi data ganda, sehingga bantuan kami realisasikan kepada 292 orang,” jelas Farida.
Seluruh proses penyaluran bansos di Mojokerto melibatkan verifikasi lapangan intensif, pembaruan basis data, dan koordinasi antar dinas terkait untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Pemerintah kota menegaskan komitmen untuk terus melakukan validasi data secara berkala, sehingga dinamika penerima tidak mengganggu alokasi dana sosial ke kelompok rentan.
Dengan selesainya penyaluran tahun ini, pihak Dinas Sosial berencana meningkatkan mekanisme monitoring pada tahun berikutnya untuk meminimalisir kehilangan penerima akibat perubahan status kependudukan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan