Media Kampung – Perayaan ulang tahun ke-30 Asosiasi Hiroshima-Indonesia (HIA) di Kota Hiroshima, Jepang, menegaskan peran penting organisasi ini dalam mempererat hubungan antarmasyarakat antara Indonesia dan Jepang. Acara yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026, menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi HIA dalam menjaga dan memperkuat kerja sama di bidang budaya, pendidikan, dan ekonomi.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengungkapkan bahwa HIA telah menjadi penghubung yang efektif dalam menjalin persahabatan antara kedua negara melalui berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung. “Selama tiga dekade, Asosiasi Hiroshima-Indonesia telah menjadi jembatan persahabatan sekaligus membuka peluang untuk pertukaran budaya dan pemahaman yang lebih mendalam,” ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri RI.

Acara yang dihadiri sekitar 200 tamu tersebut dipimpin oleh Konsul Jenderal RI di Osaka, John Tjahjanto Boestami, bersama dengan Chairman HIA, Kensuke Matsufuji. Selain diskusi dan sambutan, pertemuan ini juga dimeriahkan oleh penampilan angklung yang dibawakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hiroshima, menambah nuansa budaya Indonesia di tengah perayaan.

Dubes Kartini menambahkan bahwa Indonesia dan Hiroshima memiliki nilai-nilai yang selaras, terutama dalam komitmen terhadap perdamaian dan pelestarian budaya. “Nilai-nilai seperti perdamaian, keramahan, dan pelestarian budaya menjadi benang merah yang menghubungkan kita dan memberikan makna mendalam bagi persahabatan kedua negara,” tuturnya.

Kensuke Matsufuji, Ketua HIA, menyambut baik kehadiran delegasi Indonesia dan menekankan dukungan dari pemerintah Indonesia sebagai faktor penting dalam menjaga kesinambungan hubungan bilateral. Menurutnya, peran aktif masyarakat sipil melalui HIA menjadi fondasi strategis yang memperkuat ikatan antara Hiroshima dan Indonesia di berbagai bidang.

Momentum peringatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya mempertahankan hubungan antarmasyarakat yang solid, tidak hanya pada tingkat pemerintahan tetapi juga lintas generasi. Kegiatan yang menggabungkan unsur budaya dan edukasi diharapkan terus menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi yang produktif bagi kedua negara.

Dengan usia tiga dekade, Asosiasi Hiroshima-Indonesia membuktikan bahwa peran masyarakat sipil sangat vital dalam dinamika hubungan internasional, terutama antara Indonesia dan Jepang. Kegiatan HIA yang konsisten mendukung pertukaran budaya dan ekonomi turut berkontribusi dalam memperkuat jaringan sosial yang lebih luas di antara masyarakat kedua negara.

Kedepannya, diharapkan Asosiasi Hiroshima-Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi model kerja sama antarmasyarakat yang inspiratif, memperkokoh hubungan persahabatan yang telah terbangun selama ini. Komitmen bersama dari berbagai pihak menjadi kunci keberlanjutan dan penguatan tali persahabatan tersebut.

Perayaan 30 tahun HIA ini bukan sekadar momen refleksi, melainkan juga langkah awal untuk memperluas dampak positif yang dapat diberikan bagi kedua masyarakat, khususnya dalam konteks hubungan bilateral Indonesia dan Jepang yang kian strategis dan dinamis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.