Media Kampung – Damiri, seorang petani berusia 66 tahun asal Tegal, menunjukkan keteguhan hati saat menjalankan ibadah haji meski mengalami amputasi jempol kaki akibat komplikasi diabetes di Makkah. Momen penuh haru ini menggambarkan semangat dan keikhlasan Damiri dalam menyempurnakan rukun Islam kelima tersebut.

Perjalanan Damiri selama menunaikan ibadah haji tidak berjalan mulus. Diabetes yang dideritanya menyebabkan kondisi kakinya memburuk hingga harus menjalani amputasi jempol kaki di tanah suci. Meski demikian, pria yang telah mengabdikan hidupnya sebagai petani itu tetap menampilkan senyum tulus dan semangat yang tak luntur.

Keadaan tersebut tidak menghalangi Damiri untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan penuh tekad. Ia terus menjalankan ibadah sesuai tuntunan, menerima cobaan yang datang dengan lapang dada tanpa mengeluh. Senyum Damiri menjadi simbol ketabahan dan penerimaan terhadap ujian yang dialaminya.

Amputasi yang dialami Damiri juga menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes. Namun, perjuangan Damiri menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang utama dalam menunaikan ibadah suci ini.

Kisah Damiri ini menginspirasi banyak orang, terutama sesama jamaah haji dan masyarakat luas, untuk tetap semangat dan ikhlas dalam menghadapi segala ujian hidup. Keberhasilannya menyempurnakan ibadah haji dengan penuh kesungguhan menjadi contoh nyata bahwa niat dan keteguhan hati adalah kunci utama dalam menjalankan ibadah.

Hingga saat ini, Damiri sudah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan membawa cerita penuh inspirasi. Kondisi fisiknya yang sempat terganggu tidak mengurangi nilai ibadahnya di mata Allah SWT dan sesama manusia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.