Media Kampung – Stasiun Bogor tengah melakukan perpanjangan peron pada jalur 6 hingga 8 guna mengakomodasi rangkaian Commuter Line dengan 12 kereta. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas angkut seiring lonjakan jumlah penumpang yang signifikan di kawasan Bogor.
Pekerjaan infrastruktur tersebut diperkirakan rampung pada Juli 2026 agar operasional kereta api bisa berjalan lebih efisien dan lancar. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), volume pelanggan di jalur Bogor mencapai 155 juta orang sepanjang tahun 2025.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa Bogor Line menjadi salah satu rute dengan mobilitas penumpang tertinggi di Jabodetabek. Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah pelanggan menuntut kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi agar pelayanan tetap optimal.
Data periode Januari hingga April 2026 menunjukkan lonjakan penumpang mencapai 51,8 juta orang, meningkat signifikan dari 102 juta penumpang sepanjang tahun 2022. Frekuensi perjalanan kereta di Stasiun Bogor juga terus bertambah, mencapai 392 perjalanan pada hari kerja dan 373 perjalanan saat akhir pekan.
Jumlah penumpang yang masuk ke stasiun pada awal tahun ini tercatat lebih dari 6,1 juta orang, sementara penumpang keluar hampir 6 juta. Anne Purba menyatakan bahwa penambahan kapasitas peron ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan penumpang pada jam sibuk.
Selain memperpanjang peron, revitalisasi juga meliputi pembangunan kanopi baru yang terhubung langsung dengan selasar stasiun, memberikan kenyamanan bagi penumpang terutama saat hujan. Saat ini, petugas fokus pada pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) di lokasi proyek.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan bahwa seluruh pengerjaan mengutamakan keselamatan perjalanan dan penumpang. Manajemen juga menyediakan jalur pejalan kaki sementara serta melakukan rekayasa lalu lintas untuk memudahkan pergerakan masyarakat dan mengurangi gangguan pada jam sibuk.
Wisnu menambahkan bahwa pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dan hati-hati agar tidak mengganggu operasional kereta. Ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan penumpang selama revitalisasi dan mengimbau mereka untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di area stasiun.
Dengan adanya perpanjangan peron dan fasilitas baru, Stasiun Bogor diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna Commuter Line di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan