Media Kampung – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ciamis, Jawa Barat, menunjukkan komitmennya dalam mencegah perundungan melalui program bertajuk “True Scout, No Bullying“. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Aula Dasa Darma Pramuka Ciamis dan menjadi bagian dari inisiatif Bidang Bina Muda yang menyasar generasi muda, khususnya kalangan Gen Z.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis, H. Nanang Permana MH, yang menegaskan pentingnya peran pramuka dalam membentuk karakter positif dan menolak segala bentuk bullying. Hadir pula Wakil Ketua Bidang Bina Muda, Dr. H. Wawan Arifien, yang turut memberikan dukungan dan arahan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“True Scout, No Bullying” dirancang sebagai ruang edukasi dan pembelajaran bagi anggota pramuka agar memahami dampak negatif perundungan serta langkah-langkah preventif yang bisa diambil. Melalui pendekatan yang interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman, gerakan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepramukaan seperti saling menghargai, empati, dan solidaritas di antara para pemuda.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran bahwa pramuka sejati tidak hanya berkutat pada keterampilan fisik dan petualangan, tetapi juga berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari intimidasi. Penekanan pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial menjadi fokus utama dalam mendukung terciptanya generasi muda yang berkarakter dan bertanggung jawab.

Dengan diadakannya program ini, Gerakan Pramuka Kwarcab Ciamis berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan kasus bullying yang marak terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun komunitas yang inklusif dan harmonis di lingkungan sekitar.

Ke depan, pihak Kwarcab Ciamis berencana melanjutkan kegiatan serupa sebagai bagian dari agenda rutin pembinaan anggota pramuka. Hal ini bertujuan memperkuat jaringan dukungan positif antar pemuda sekaligus mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga budaya anti-perundungan di tingkat lokal maupun nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.