Media Kampung – King Cobra Bojonegoro berhasil dievakuasi oleh tim Damkarmat, mengakhiri kepanikan warga Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (6/5). Kejadian ini menarik perhatian media lokal setelah laporan muncul tentang dua ular berbisa yang mengintai lingkungan permukiman.

Warga setempat menghubungi perangkat desa Deling untuk melaporkan keberadaan dua ekor ular berukuran besar berwarna hitam yang diduga kobra. Laporan tersebut langsung diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro yang menyiapkan tim respons cepat.

Sesampainya di lokasi, tim Damkarmat melakukan identifikasi visual dan konfirmasi bahwa kedua ular tersebut memang termasuk dalam spesies king cobra, bukan kobra biasa. Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Ahmad Agus.

Salah satu ular menunjukkan perilaku defensif dengan mengangkat tubuh dan memperlebar leher, memicu rasa takut yang luar biasa di antara penduduk. Beberapa warga kemudian menyerang ular tersebut dengan tongkat hingga ular itu tewas dan kepalanya terputus.

Ular kedua yang masih hidup berhasil diamankan oleh petugas menggunakan alat khusus berupa tongkat penjepit yang dirancang untuk mengurangi risiko gigitan. Penanganan dilakukan secara hati-hati, mengingat ukuran dan racun berbahaya yang dimiliki king cobra.

“Setelah tim tiba di lokasi, ular yang awalnya disangka kobra ternyata merupakan jenis king cobra,” ujar Ahmad Agus saat memberi keterangan kepada media pada Rabu (6/5). Ia menambahkan bahwa evakuasi dilakukan sesuai prosedur standar untuk memastikan keselamatan warga dan petugas.

Ular hidup yang berhasil diamankan memiliki panjang sekitar 2,5 meter, ukuran yang termasuk dalam kategori panjang dewasa untuk spesies ini. Data pengukuran tersebut dicatat oleh tim Damkarmat sebagai bagian dari laporan operasional.

Setelah proses evakuasi selesai, ular tersebut diserahkan kepada Exalos Indonesia Regional Bojonegoro, sebuah komunitas relawan yang khusus menangani penyelamatan dan penanganan ular berbisa. Penyerahan ini dimaksudkan agar ular dapat dirawat lebih lanjut atau dipindahkan ke habitat alami yang aman.

King cobra merupakan ular berbisa terpanjang di dunia, dengan racun neurotoksin yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan dalam hitungan menit jika tidak ditangani. Keberadaan dua ekor sekaligus di area pemukiman meningkatkan risiko kecelakaan serius, sehingga intervensi cepat menjadi sangat penting.

Damkarmat Bojonegoro memiliki mandat tidak hanya memadamkan kebakaran, tetapi juga melakukan penyelamatan darurat termasuk penanganan satwa berbahaya. Tim dilengkapi dengan peralatan khusus dan pelatihan untuk mengatasi situasi seperti ini, memperkuat peran mereka dalam keamanan publik.

Kasus ini menegaskan pentingnya koordinasi antara masyarakat, perangkat desa, dan lembaga penanggulangan darurat untuk mengatasi ancaman satwa berbisa. Keberhasilan evakuasi menunjukkan kesiapan Damkarmat Bojonegoro dalam menghadapi situasi kritis dan melindungi keselamatan warga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.