Media Kampung – Seekor buaya menyerang warga di Desa Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, dan kemudian ditemukan mati di Sungai Mandar dengan indikasi keracunan, menimbulkan kepanikan di kalangan penduduk.

Insiden terjadi pada Senin sore, 4 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, ketika seorang petani tengah menyiapkan jala di tepi sungai dan tiba-tiba diserang oleh hewan reptil tersebut.

Korban, bernama Junaidi, seorang pria berusia 38 tahun, mengalami luka tusuk pada kaki kanan dan punggung, yang segera dilarikan ke Puskesmas Tinambung oleh tetangganya.

Puskesmas setempat memberikan pertolongan pertama, namun Junaidi meninggal dunia di rumah sakit pada malam harinya karena perdarahan internal yang parah.

Beberapa jam setelah kejadian, penduduk menemukan tubuh buaya yang tampak mengerikan terdampar di aliran Sungai Mandar, berwarna pucat dan tampak tidak bernyawa.

Tim forensik dari Polres Polewali Mandar langsung melakukan otopsi lapangan dan mengamati adanya bekas cairan berwarna keabu-abuan pada kulit buaya, yang mengindikasikan kemungkinan keracunan kimia.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, dr. Hadi Saputra, “Kami akan mengirim sampel jaringan buaya ke laboratorium forensik untuk analisis racun, mengingat potensi dampak kesehatan publik bila racun menyebar melalui air.”

Wilayah Polman memang dikenal memiliki populasi buaya air asin yang tinggi, dan dalam lima tahun terakhir tercatat tiga insiden serupa yang berujung pada cedera pada warga.

Warga setempat mengaku takut kembali ke sungai untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi atau mencuci, dan menuntut pemerintah segera mengevakuasi dan membersihkan aliran sungai.

Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah mengerahkan satuan SAR, tim kesehatan, dan aparat keamanan untuk memantau kualitas air serta menutup akses ke area terdampak sementara.

Polres Polewali Mandar menegaskan penyelidikan akan mencakup penelusuran sumber racun, termasuk kemungkinan buaya terpapar limbah industri atau pestisida pertanian di sekitar sungai.

Hingga kini, hasil laboratorium belum keluar, namun pejabat daerah menekankan pentingnya transparansi dan akan mengumumkan temuan resmi dalam rapat koordinasi pada akhir pekan ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.