Media Kampung – Dishub Kabupaten Bondowoso melaporkan kekurangan jukir yang dapat memicu munculnya parkir liar di tengah target PAD yang terus naik.

Rubiyanto menambahkan, “Sekarang kita minus 14 orang. Ada 14 titik parkir yang tidak terlayani. Tahun ini pertengahan nanti ada lagi yang pensiun tiga orang,” ia mengungkapkan pada Selasa, 5 Mei 2026.

Dengan 119 personel yang tersisa, Dishub memperkirakan jumlah jukir akan turun menjadi 116 orang setelah tiga pensiun, dan tahun depan sembilan lagi akan pensiun, menimbulkan risiko kehabisan jukir.

Regulasi kepegawaian menghalangi penambahan personel baru, sementara target PAD dari retribusi parkir meningkat tajam.

Target PAD parkir 2026 ditetapkan sebesar Rp4,725 miliar untuk parkir berlangganan dan Rp205,25 juta dari parkir tepi jalan, serta Rp10 juta dari parkir badan jalan yang baru diterapkan.

Rubiyanto menegaskan, “PAD kita terus naik, tapi SDM untuk memungut parkir justru menyusut. Ini yang membuat kami kewalahan,” menyoroti ketidakseimbangan antara pendapatan dan sumber daya.

Ia memperingatkan potensi munculnya jukir liar, karena titik parkir yang tidak tercover oleh petugas resmi dapat menarik pihak tidak berwenang.

“Yang saya khawatirkan nanti banyak jukir liar. Ini yang harus diantisipasi,” tegas Rubiyanto, menekankan urgensi solusi.

Dishub telah menyampaikan permasalahan ini ke Sekretaris Daerah, berharap kebijakan daerah dapat mengatasi kekurangan personel.

Jika tidak ada intervensi, penurunan jumlah jukir dapat mengurangi efektivitas penagihan retribusi, berpotensi menggerus pendapatan daerah yang sudah ditargetkan tinggi.

Situasi ini mencerminkan tantangan umum di banyak kabupaten, di mana target fiskal mendorong peningkatan layanan, namun keterbatasan SDM menghambat realisasinya.

Untuk saat ini, Dishub Bondowoso terus mengoptimalkan jadwal kerja jukir yang ada, sambil menunggu keputusan kebijakan yang dapat menambah atau memperpanjang masa kerja petugas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.