Media Kampung – Polri mengungkap jaringan penyelundupan BBM subsidi di Pangkal Pinang, di mana sebuah mobil telah dimodifikasi khusus untuk selundupkan BBM subsidi sebanyak dua ton.

Tim Ditpolairud Polda Bangka Belitung melakukan penggerekan di pelabuhan Tanjung Kuranji pada Senin (22/4/2026) dan menemukan truk berjenis sedan dengan tangki tersembunyi di ruang bagasi.

Modifikasi meliputi penambahan tangki baja tipis berkapasitas sekitar 2.000 liter serta instalasi pompa listrik yang dapat memompa bahan bakar ke dalam jerigen secara cepat.

Operasi dimulai sejak pagi hari ketika petugas menerima laporan masyarakat mengenai aktivitas kendaraan mencurigakan yang sering melintas di jalur masuk pelabuhan.

Lokasi penemuan berada di area bongkar muat Pangkal Pinang, tepatnya di dekat gudang logistik yang biasa digunakan untuk distribusi solar subsidi.

“Kami menemukan kendaraan yang telah dimodifikasi khusus untuk menyembunyikan solar subsidi,” ujar Kombes Pol Arman Asmara, Direktur Polairud Polda Bangka Belitung.

Kasus ini mengingatkan pada penyelundupan serupa di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, di mana polisi menyita 930 liter solar subsidi pada akhir April lalu.

Petugas menemukan 31 jerigen berisi solar yang disembunyikan rapi di bagian samping bak, masing‑masing berkapasitas 64 liter.

Total bahan bakar yang disita mencapai sekitar dua ton atau setara 2.000 liter, yang diperkirakan dapat menimbulkan kerugian negara hingga Rp300 juta.

Menurut Undang‑Undang Minyak dan Gas Bumi, penyalahgunaan pengangkutan BBM subsidi dapat dikenai hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda sampai Rp60 miliar.

Suspek utama, seorang pria berinisial NNG, kini berada di tahanan Polsek Pangkal Pinang untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Pemerintah Kabupaten Bangka selatan menyatakan komitmen meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi dan memperketat koordinasi antar‑instansi.

Kasus ini menambah panjang daftar penyalahgunaan subsidi BBM yang meliputi jaringan penggelapan di Jawa Timur, Jambi, dan kini Bangka Belitung.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa upaya pencegahan terus ditingkatkan dengan pemasangan kamera CCTV dan patroli intensif di titik‑titik rawan.

Investigasi masih berlangsung, dengan fokus pada jaringan logistik yang mendukung penyelundupan serta potensi keterlibatan pihak ketiga dalam distribusi ilegal BBM subsidi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.