Media Kampung – 13 April 2026 | Proyek tol terpanjang di Bali, yang menghubungkan Gilimanuk hingga Mengwi, kembali mendapatkan sinyal hidup setelah hampir satu dekade terhenti.
Pembangunan jalan tol sepanjang 68 kilometer ini semula direncanakan selesai pada tahun 2014, namun beragam kendala menunda realisasinya hingga kini.
Pemerintah Provinsi Bali bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengumumkan rencana revitalisasi pada awal bulan ini, dengan target penyelesaian fase pertama pada akhir tahun 2027.
Revitalisasi tersebut mencakup penyelesaian struktur jembatan, pengerjaan lapisan aspal, serta pemasangan sistem pengawasan lalu lintas modern.
Anggaran tambahan sebesar 1,2 triliun rupiah disetujui melalui APBN 2024, menambah total investasi proyek menjadi sekitar 4,5 triliun rupiah.
Investasi ini diperkirakan akan meningkatkan konektivitas lintas pulau, mempercepat distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan pariwisata di Bali.
Ia menambahkan bahwa pemilihan kontraktor mengutamakan pengalaman dalam proyek infrastruktur berskala besar serta komitmen terhadap standar keamanan.
Data resmi menunjukkan bahwa hingga akhir 2023, hanya 15 persen dari total panjang jalan tol yang telah selesai dibangun.
Persentase tersebut mencakup sebagian jalur di wilayah selatan, sementara bagian utara masih dalam tahap persiapan tanah.
Penggalian tanah untuk jalur Gilimanuk-Mengwi diperkirakan memerlukan volume sekitar 12 juta meter kubik, dengan target penyelesaian dalam dua tahun.
Penggunaan bahan baku lokal diharapkan dapat menurunkan biaya konstruksi hingga 8 persen.
Pembukaan tol ini akan mengurangi waktu tempuh antar dua ujung pulau dari sekitar tiga jam menjadi satu jam dua puluh menit.
Pengurangan waktu tempuh tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor logistik hingga 12 persen.
Selain manfaat ekonomi, proyek juga diharapkan mengurangi emisi karbon karena kendaraan akan melaju dengan kecepatan konstan.
Studi lingkungan yang dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Lingkungan (LPL) menunjukkan bahwa mitigasi dapat dilakukan melalui penanaman kembali pohon di area sekitar.
Seluruh prosedur perizinan lingkungan telah selesai pada akhir 2023, sehingga tidak ada lagi hambatan administratif.
Pemerintah daerah menyiapkan program pelatihan bagi tenaga kerja lokal untuk mengisi posisi teknis pada proyek.
Program tersebut mencakup kursus keselamatan kerja, pengoperasian mesin berat, dan manajemen proyek.
Lebih dari 3.000 pekerja diperkirakan akan terlibat langsung pada fase konstruksi pertama.
Kemajuan proyek akan dipantau melalui portal transparansi digital yang dapat diakses publik.
Portal tersebut menampilkan grafik kemajuan fisik, penggunaan anggaran, serta jadwal penyelesaian tiap segmen.
Warga Bali menyambut baik revitalisasi proyek, mengingat potensi peningkatan akses ke destinasi wisata populer seperti Uluwatu dan Nusa Penida.
Beberapa tokoh masyarakat menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam selama proses pembangunan.
Untuk itu, tim pengawas lingkungan akan melakukan inspeksi rutin setiap tiga bulan.
Jika ditemukan pelanggaran, sanksi administratif dapat dikenakan sesuai regulasi yang berlaku.
Secara finansial, pendapatan tol diproyeksikan mencapai 1,5 triliun rupiah per tahun setelah operasi penuh.
Pendapatan tersebut akan dialokasikan untuk pemeliharaan jalan, subsidi transportasi publik, dan pengembangan infrastruktur tambahan.
Dengan adanya tol, daerah-daerah interior Bali diharapkan lebih mudah dijangkau, sehingga mendorong pemerataan pembangunan.
Pengalaman proyek serupa di Jawa Barat menunjukkan bahwa waktu tempuh berkurang secara signifikan, meningkatkan daya saing ekonomi regional.
Sejumlah bank domestik telah menandatangani perjanjian pembiayaan jangka panjang untuk mendukung aliran dana proyek.
Keberlanjutan finansial dijamin melalui skema pembayaran tol yang menggabungkan tarif kendaraan pribadi, angkutan umum, dan kendaraan niaga.
Pengguna tol akan menikmati fasilitas modern, termasuk rest area, tempat parkir kendaraan besar, serta layanan bantuan darurat 24 jam.
Fasilitas tersebut dirancang sesuai standar internasional untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan.
Dengan semua langkah persiapan yang telah dilakukan, proyek tol terpanjang di Bali berada pada jalur yang tepat untuk kembali hidup setelah sekian lama terhenti.
Kondisi terbaru menunjukkan bahwa proses tender hampir selesai, dan konstruksi diharapkan dimulai dalam beberapa bulan mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan