Media Kampung – 08 April 2026 | Jalur nasional km 238 yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember sempat terancam longsor pada sore hari Rabu 8 April 2026, namun respons cepat pihak kepolisian memastikan jalan tetap dapat dilalui.

Kejadian terjadi di kawasan Kalibaru, ketika tebing di sisi jalan mengalami pergeseran tanah akibat curah hujan intensitas tinggi.

Polsek Kalibaru menerima laporan warga sekitar sekitar pukul 15.30 dan segera mengirimkan tim ke lokasi untuk menilai situasi.

Petugas menilai bahaya utama adalah potensi jatuhnya material batu pada jalur lalu lintas utama yang melayani ribuan kendaraan setiap harinya.

Untuk mengurangi risiko, tim kepolisian melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif sementara dan memasang rambu darurat yang memperingatkan pengendara.

Selain itu, area yang rawan longsor ditutup sementara dengan terpal tahan air guna menahan pergerakan tanah saat hujan turun kembali.

Seorang perwira polisi yang tidak disebutkan namanya menjelaskan, “Kami prioritaskan keselamatan pengguna jalan, sehingga tindakan penutupan sementara dan pengalihan lalu lintas dilakukan secepat mungkin.”

Pengguna jalan yang melintas pada sore itu melaporkan arus lalu lintas tetap lancar meskipun ada perubahan rute.

Jalan ini merupakan jalur vital bagi distribusi barang dan mobilitas penduduk di wilayah timur Jawa, sehingga gangguan dapat menimbulkan dampak ekonomi signifikan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perhubungan menyatakan komitmen untuk terus memantau kestabilan tebing dan mempercepat perbaikan infrastruktur di area rawan.

Dalam pernyataannya, Kepala Dinas menegaskan, “Kami akan melakukan survei geoteknik secara berkala dan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.”

Tim teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga dikerahkan untuk melakukan inspeksi tanah dan memberikan rekomendasi penanggulangan jangka panjang.

Hasil awal inspeksi menunjukkan bahwa faktor utama pergerakan tanah adalah kelembaban berlebih pada lapisan lempung di lereng tebing.

BPBD menyarankan pemasangan sistem drainase tambahan serta penanaman vegetasi penahan erosi sebagai upaya mitigasi.

Selama proses penanganan, polisi tetap melakukan patroli rutin untuk memastikan tidak ada material longsor yang kembali mengancam jalur.

Pengendara diharapkan mematuhi rambu darurat dan melaporkan kondisi jalan yang mencurigakan kepada petugas terdekat.

Secara keseluruhan, langkah-langkah darurat yang diambil berhasil menjaga kelancaran transportasi tanpa menimbulkan kecelakaan atau kemacetan signifikan.

Kondisi jalur diperkirakan kembali normal dalam beberapa hari ke depan setelah tim teknis menyelesaikan pemasangan penahan tanah sementara.

Kejadian ini menegaskan pentingnya koordinasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan lembaga penanggulangan bencana dalam menjaga keamanan infrastruktur vital.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.