Media Kampung – Penggagas Hari Santri Nasional, KH Thoriq bin Ziyad, mendorong Kabupaten Malang menjadi percontohan atau pilot project pengembangan konsep Pesantren Pancasila. Gagasan ini bertujuan memperkuat karakter kebangsaan generasi muda melalui penguatan materi dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pesantren.
“Kami berharap Kabupaten Malang menjadi kabupaten pesantren Pancasila. Jika ingin belajar Pancasila, orang bisa datang ke Malang untuk mempelajarinya langsung di pesantren,” kata Gus Thoriq pada Selasa, 16 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa pondok pesantren Babussalam Banjarejo siap jika materi Pancasila diperkuat dalam pendidikan madrasah diniyah dan pembelajaran kepesantrenan.
KH Thoriq juga berharap pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap gagasan tersebut melalui kolaborasi dengan pondok pesantren. Menurutnya, Malang memiliki nilai historis yang kuat dalam perjalanan pemikiran kebangsaan Indonesia, termasuk keberadaan situs sejarah seperti Candi Jago yang disebut turut menginspirasi lahirnya gagasan kebangsaan.
“Pesantren harus menjadi ruang pengajaran sekaligus pengamalan Pancasila secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Pengasuh Ponpes Babussalam Pagelaran Malang itu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan