Media Kampung – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, hadir sebagai juri kehormatan, penampil istimewa, dan pemberi apresiasi dalam rangkaian lomba Semarak Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan. Kegiatan yang berlangsung pada 30 Juni 2026 itu mencakup Lomba Masak Mustika Rasa Bung Karno, Lomba Karaoke Lansia, dan Lomba Busana ASN Nuansa Tridatu.
Kehadiran Bunda Rai memberikan semangat tersendiri bagi para peserta yang menampilkan kreativitas, bakat, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Sekretaris Daerah I Gede Susila menyampaikan bahwa peringatan Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang Proklamator Bangsa, melainkan momentum mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui ajaran Trisakti.
Menurut Sekda Susila, lomba masak Mustika Rasa Bung Karno menjadi sarana menumbuhkan kecintaan terhadap pangan lokal sebagai wujud kemandirian bangsa. Lomba karaoke menjadi media memperkuat kebersamaan, kreativitas, dan semangat persatuan melalui seni dan budaya. Sementara lomba busana ASN Nuansa Tridatu menjadi simbol pelestarian budaya dan kearifan lokal yang mencerminkan keseimbangan, persatuan, dan keharmonisan.
“Melalui lomba masak Mustika Rasa Bung Karno, kita diajak untuk mencintai dan memanfaatkan pangan lokal sebagai wujud kemandirian bangsa. Melalui lomba karaoke, kita menumbuhkan rasa kebersamaan, kreativitas serta semangat persatuan melalui seni dan budaya. Kepada seluruh peserta, saya berpesan agar menjadikan perlombaan ini sebagai sarana mempererat persaudaraan, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa, budaya, serta produk-produk lokal Indonesia,” ujar Sekda Susila.
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah final Lomba Karaoke Lansia yang diikuti lima peserta terbaik hasil seleksi video dari 19 perwakilan posyandu se-Kabupaten Tabanan. Dalam ajang tersebut, Bunda Rai dipercaya sebagai Dewan Juri Kehormatan yang memberikan penilaian langsung sekaligus memilih Juara Favorit.
Setelah melalui proses penilaian, Posyandu Banjar Penatahan, Desa Penatahan, wilayah kerja Puskesmas Penebel II, berhasil meraih Juara I sekaligus Juara Favorit. Juara II diraih Posyandu Banjar Tengah, Desa Kerambitan, dan Juara III diraih Posyandu Banjar Lebah Belodan, Desa Dajan Peken.
Bunda Rai mengapresiasi semangat para peserta lansia yang tampil percaya diri. Menurutnya, seni musik mampu menjadi media yang menyatukan masyarakat sekaligus menjaga semangat berkarya tanpa mengenal usia. Tidak hanya menjadi juri kehormatan, Bunda Rai juga memeriahkan suasana dengan menyumbangkan suara emas membawakan lagu daerah Bali “Kanti Umur Ngantiang” dan lagu nasional “Aku Makin Cinta”, yang mendapat sambutan hangat dari seluruh hadirin.
Usai penampilan, Bunda Rai meninjau Lomba Masak Mustika Rasa Bung Karno. Ia mengamati langsung berbagai kreasi olahan pangan lokal yang disajikan peserta, mulai dari tampilan hingga inovasi menu yang mengangkat cita rasa khas Tabanan. Beragam sajian tradisional yang dikemas menarik menjadi bukti kreativitas peserta dalam melestarikan warisan kuliner nusantara.
Menurut Bunda Rai, rangkaian lomba yang diselenggarakan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah efektif untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan hobi, serta memperkuat pelestarian seni dan budaya di tengah masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi semangat seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini. Ajang seperti ini menjadi sarana yang baik untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan hobi, serta melestarikan seni dan budaya. Khususnya pada lomba karaoke, kita bisa melihat bagaimana seni musik mampu menjadi wadah ekspresi yang positif sekaligus mempererat kebersamaan,” tegas Bunda Rai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan