Media Kampung – MADIUN – Batik karya UMKM Kota Madiun resmi dikenakan oleh Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, saat menjadi juri dalam lomba cipta kreasi peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun. Batik tersebut merupakan produksi WMH Batik Winongo yang diterima Arumi Bachsin pada Selasa, 23 Juni 2026.
Owner WMH Batik Madiun, Lilik Widiawati, mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa pesanan dari dinas terkait akan digunakan oleh Arumi Bachsin. Ia hanya diminta membuat dua motif batik tulis terbaru dalam waktu singkat. “Saya surprise, seperti ketiban ndaru. Saya beruntung sekali mendapat amanah membuat batik untuk salah satu orang nomor dua di Jawa Timur,” ujar Lilik.
Dalam proses pembuatan, Lilik diberi kebebasan menentukan motif dengan syarat harus mengandung unsur Kota Madiun. Dari ide tersebut lahirlah motif bernama Rerambatan Kota Madiun, yang terinspirasi dari tanaman rambat yang terus tumbuh dan menjalar. Motif ini melambangkan perkembangan Kota Madiun yang bergerak maju secara berkelanjutan.
Menurut Lilik, filosofi motif tersebut menggambarkan pertumbuhan dan kemajuan Kota Madiun yang beranjak dari kota pensiunan menjadi kota produktif. “Melalui motif ini, saya ingin menampilkan identitas Kota Madiun yang tetap berakar pada tradisi namun mampu berkembang mengikuti zaman,” jelasnya.
Pengerjaan batik dilakukan hanya dalam waktu sekitar satu minggu. Mulai dari desain, menggambar, dan pencantingan selesai dalam dua hari, dilanjutkan pewarnaan yang membutuhkan ketelitian tinggi. “Tantangannya adalah unsur waktu. Untuk batik Bu Arumi saya membuat motif yang penuh karena saya melihat sosok beliau cocok memakai batik dengan warna biru dan bunga-bunga kecil,” kata Lilik.
Sebelum menentukan desain, Lilik melakukan riset dengan melihat unggahan Arumi Bachsin di media sosial untuk menyesuaikan karakter motif. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi WMH Batik Madiun sekaligus membuktikan bahwa perajin batik UMKM daerah mampu menghasilkan karya yang diapresiasi hingga tingkat provinsi.
Lilik berharap kesempatan tersebut dapat membuka jalan bagi para pembatik UMKM lainnya agar semakin dikenal luas dan mampu membawa nama daerah masing-masing ke tingkat yang lebih tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan