Media Kampung – Bazar Blitar Djadoel 2026 kembali digelar dengan konsep yang lebih unik. Event tahunan ke-15 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Blitar ini akan membawa pengunjung menjelajahi perjalanan waktu melalui empat era sejarah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto, mengumumkan bahwa bazar akan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 Juli 2026, di Aloon-Aloon Kota Blitar.
Mengusung tema “Ngrembaka Kinarya Pinuju Praja Utama” yang berarti berkembang berkarya menuju kota unggulan, Bazar Blitar Djadoel 2026 menyulap Aloon-Aloon menjadi mesin waktu. Parminto menjelaskan, konsep tahun ini adalah transformasi empat masa, sehingga masyarakat yang datang akan merasakan suasana dari berbagai periode sejarah, mulai era kerajaan hingga pasca kemerdekaan. “Harapannya, Bazar Blitar Djadoel menjadi ruang interaktif yang memadukan sejarah, budaya, dan karya lokal dalam satu tempat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Empat zona sejarah yang disiapkan meliputi Era Kerajaan tahun 1300-1600 dengan 13 stan, Era Prakemerdekaan tahun 1600-1900 sebanyak 22 stan, Era Perjuangan Meraih Kemerdekaan tahun 1900-1945 dengan 36 stan, serta Era Pasca Kemerdekaan tahun 1945-1980 yang diisi 48 stan. Selain itu, panitia juga menyediakan 20 stan khusus kuliner jadul dan 10 stan sponsor utama, sehingga total terdapat 149 stan yang akan meramaikan kegiatan tersebut.
Menurut Parminto, Bazar Blitar Djadoel bukan sekadar menghadirkan nostalgia bagi generasi tua, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda serta media promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kembali sejarah dan budaya Blitar kepada generasi penerus, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui transaksi yang terjadi selama pelaksanaan bazar,” katanya.
Beragam sajian khas tempo dulu akan dihadirkan di area kuliner djadoel, mulai punten, cenil, dawet, serabi hingga es pleret. Pengunjung juga dapat menikmati pusat kerajinan tangan, koleksi barang antik, hingga bazar OPD dan UMKM yang menampilkan produk unggulan daerah. Tak hanya itu, panggung rakyat akan diramaikan berbagai pertunjukan seni seperti musik keroncong, jaranan, tari tradisional, hingga permainan anak zaman dahulu seperti egrang dan dakon.
Sejumlah perlombaan juga disiapkan, antara lain lomba dekorasi stan bertema jadul, lomba mewarnai tingkat TK-SD, lomba peragaan busana tingkat TK-SMA, hingga lomba fotografi. Parminto berharap Bazar Blitar Djadoel 2026 dapat menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus memperkuat identitas Kota Blitar sebagai kota sejarah dan nasionalisme. “Bazar Blitar Djadoel diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif di Kota Blitar,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan