Media Kampung – Banyuwangi kini berada di ambang peningkatan Penyakit Tidak Menular, dan DPD LDII Kabupaten bersama ormas keagamaan lainnya menegaskan kesiapan menggalakkan perilaku hidup bersih dan sehat melalui program GERMAS.
Acara Penguatan Dukungan Mitra Potensial dalam Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) digelar pada Rabu, 6 Mei 2026, di Aula dr. Rasad Oesman, Dinas Kesehatan Banyuwangi, dengan kehadiran ketua DPD LDII, Ir. Heri Sujatmiko, dan Kepala Dinas Kesehatan, H. Amir Hidayat.
H. Amir Hidayat menjelaskan bahwa Banyuwangi telah memasuki fase transisi epidemiologi, di mana beban Penyakit Tidak Menular meningkat tajam akibat pola hidup kurang sehat.
Temuan lain mengindikasikan rendahnya aktivitas fisik mencapai 92 %, dislipidemia terdeteksi pada 58 % penduduk, dan obesitas sentral mencakup 29 % sampel yang diuji.
Amir memperingatkan, “Jika tidak diintervensi, hal ini akan sangat membebani biaya kesehatan daerah, contohnya biaya hemodialisis dapat melampaui Rp100 juta per pasien per tahun,” kata beliau di hadapan para perwakilan ormas.
Ir. Heri Sujatmiko menegaskan kehadirannya dalam acara tersebut sebagai bukti komitmen LDII dalam mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Ia menambahkan, LDII siap memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan program pembangunan yang berorientasi pada pencegahan Penyakit Tidak Menular.
Transisi epidemiologi serupa telah terjadi di banyak wilayah Indonesia, di mana faktor risiko seperti kurangnya olahraga, pola makan tinggi lemak, dan stres mempercepat munculnya hipertensi, diabetes, serta penyakit kardiovaskular.
Program GERMAS dirancang untuk mengubah perilaku melalui edukasi, promosi olahraga ringan, pemeriksaan rutin, serta penyediaan fasilitas kebersihan di lingkungan RT/RW.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas Kesehatan bersama LDII merencanakan penyuluhan intensif di sekolah, tempat ibadah, dan pasar tradisional selama tiga bulan ke depan, dengan target menurunkan persentase pra‑hipertensi sebesar 2 %.
Pemantauan hasil skrining akan dilakukan setiap enam bulan, dan laporan evaluasi akan dipublikasikan pada pertemuan koordinasi berikutnya, menandai komitmen berkelanjutan Banyuwangi melawan Penyakit Tidak Menular.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan