Media Kampung – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak diaspora melalui jaringan Ikawangi untuk menjadi agen promosi budaya, ekonomi, dan investasi guna memperkuat pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Pusat yang digelar di Karawang pada Minggu, 19 April 2026, dan dihadiri oleh pengurus Ikawangi dari seluruh Indonesia serta sejumlah tokoh nasional.
Di antara tamu istimewa hadir Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 2022‑2024, Abdullah Azwar Anas, serta mantan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang menegaskan pentingnya peran diaspora dalam memajukan daerah asal.
Ipuk menegaskan bahwa Ikawangi bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan gerakan kolektif warga Banyuwangi yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah di mana pun mereka berada.
“Ikawangi telah menjadi gerakan orang Banyuwangi di manapun berada yang tidak hanya bangga pada asalnya, tetapi juga berkontribusi nyata untuk masa depan daerah,” ujar Ipuk dalam sambutannya.
Ia memaparkan capaian Banyuwangi pada tahun 2025, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,65 % yang melampaui rata‑rata Jawa Timur dan nasional, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 6,13 %.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 75,17, dan pendapatan per kapita tercatat Rp67,08 juta, menandakan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Meski begitu, Ipuk mengingatkan masih terdapat tantangan infrastruktur yang belum memadai serta keterbatasan fiskal daerah yang menghambat pelaksanaan program secara optimal.
“Perjalanan ini belum selesai. Tantangan masih ada, mulai dari infrastruktur hingga keterbatasan fiskal yang membuat tangan pemerintah semakin terbatas dalam mengelola daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap bantuan, sekecil apapun, dapat menjadi energi besar bagi Banyuwangi, terutama bila dimanfaatkan melalui jaringan Ikawangi yang luas.
Kepala Ikawangi Pusat, Rusdi Maksum, menyatakan kesiapan organisasi untuk mendukung kemajuan daerah, menyoroti banyak anggota yang telah sukses di bidang usaha, akademik, dan seni.
“Kami siap mendukung kemajuan Banyuwangi di berbagai sektor. Di Ikawangi sendiri banyak orang yang telah sukses di berbagai bidang dan siap berkontribusi,” ungkap Rusdi.
Arief Yahya menilai Banyuwangi memiliki sektor unggulan seperti pariwisata, blue economy (perikanan dan kelautan), serta potensi pengembangan logistic hub melalui peningkatan akses pelabuhan.
Ia menekankan bahwa promosi budaya dan wisata melalui diaspora dapat menarik wisatawan internasional serta investor yang tertarik pada sumber daya alam dan potensi logistik wilayah.
Ipuk berharap jaringan Ikawangi dapat dimanfaatkan konkret untuk membuka akses pasar, menghubungkan investasi, serta menjadi ruang kolaborasi gagasan inovatif antara perantau dan pemerintah daerah.
Dengan dukungan para perantau, pemerintah berencana memperkuat program pelatihan kewirausahaan, memfasilitasi penanaman modal, dan mempromosikan warisan budaya Osing secara global.
Sejauh ini, respons dari anggota Ikawangi menunjukkan antusiasme tinggi, dengan beberapa kelompok sudah menyusun rencana kampanye digital untuk memperkenalkan kuliner khas dan destinasi wisata Banyuwangi.
Ke depan, Bupati Ipuk menegaskan akan terus mengawal sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan diaspora, demi tercapainya pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh warga Banyuwangi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan