Media Kampung – Persaingan tajam antara Arsenal dan Manchester City menjelang akhir musim 2025/2026 memicu pertanyaan siapa yang akan mengangkat trofi Liga Inggris, dan Arsène Wenger memberikan penjelasan lengkap mengenai peluang masing‑masing klub.

Menurut data resmi Premier League, Arsenal memimpin sementara dengan 70 poin, sedangkan Manchester City berada di posisi kedua dengan 67 poin; Arsenal masih memiliki lima laga tersisa, sementara City masih menunggu satu pertandingan melawan Crystal Palace yang belum dimainkan, sehingga kedua tim dapat mencapai total maksimal masing‑masing 85 dan 85 poin.

Untuk mengamankan gelar, Arsenal harus memenangkan semua lima pertandingan terakhir melawan Newcastle United, Fulham, West Ham United, Burnley, dan Crystal Palace, sekaligus mengandalkan kekalahan Manchester City dalam tiga laga akhir; bila skenario ini terpenuhi, Arsenal dapat berakhir dengan 85 poin dan mengunci juara sebelum laga penutup melawan Burnley.

Sebaliknya, Manchester City dapat merebut puncak klasemen dengan memenangkan enam pertandingan terakhir, termasuk pertandingan tertunda melawan Crystal Palace; jika City menang semua dan Arsenal mengalami tiga kekalahan, City dapat menyamai atau melampaui poin Arsenal, dengan kemungkinan mencapai 85 poin dan mengandalkan selisih gol bila diperlukan.

Wenger menekankan, “Saya percaya Arsenal masih memiliki peluang besar asalkan mempertahankan konsistensi dan mengatasi tekanan di lima laga terakhir; mentalitas juara harus kembali terbangun setelah penurunan performa akhir musim.” Pernyataan itu mencerminkan keyakinan mantan manajer Gunners terhadap kemampuan skuad mengatasi beban.

Sejarah mencatat Arsenal terakhir mengangkat trofi Liga Inggris pada musim 2003/04, menandai jeda lebih dari dua dekade yang belum terpecahkan; kegagalan tersebut menambah beban mental pada pemain dan staf, sekaligus meningkatkan urgensi setiap poin di fase akhir.

Jadwal sisa pertandingan memperlihatkan beban yang berbeda: Arsenal akan menghadapi Newcastle United (25 April), Fulham (2 Mei), West Ham United (10 Mei), Burnley (17 Mei), dan Crystal Palace (24 Mei), sementara Manchester City harus melawan Burnley (23 April), Everton (5 Mei), Brentford (9 Mei), Bournemouth (17 Mei), Crystal Palace (22 Mei), dan Aston Villa (24 Mei), menambah kompleksitas strategi rotasi.

Kekalahan 1‑2 melawan City di Etihad pada 19 April menambah tekanan pada Arsenal, sementara hasil pertandingan tertunda City tetap menjadi faktor penentu; persaingan kini berada pada titik krusial dimana setiap gol dan keputusan taktis dapat menentukan juara musim ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.