Media Kampung – Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang sekolah dasar di Kabupaten Banyuwangi resmi dimulai dan akan berlangsung secara bergelombang hingga Kamis, 30 April 2026.
Berbeda dengan ujian sebelumnya yang serentak, skema bergelombang memungkinkan tiap sekolah menyesuaikan jadwal dengan kesiapan sarana, prasarana, serta kondisi teknis masing‑masing.
Pelaksanaan dimulai pada Senin, 20 April 2026, dan beberapa sekolah sudah menyelesaikan ujian, sementara yang lain masih menyiapkan jadwal dalam beberapa hari ke depan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menegaskan bahwa nilai TKA tidak memengaruhi kelulusan siswa, namun tetap menjadi pertimbangan dalam jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Nilai TKA tidak mempengaruhi kelulusan siswa. Tetapi hasilnya dapat menjadi pertimbangan untuk masuk ke jenjang berikutnya melalui jalur prestasi dalam SPMB,” ujar Alfian dalam pernyataan resmi.
Di SDN Kepatihan, ujian dimulai pada 20 April dan dijadwalkan selesai pada 23 April, melibatkan 103 siswa kelas enam yang mengikuti tes sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala SDN Kepatihan, Suliantari, menyampaikan bahwa seluruh peserta menjalani TKA secara teratur dan tidak ada kendala berarti selama proses pelaksanaan.
Sementara itu, SDN 2 Tukang Kayu menghadapi keterbatasan perangkat, sehingga TKA harus dibagi menjadi dua gelombang karena hanya tersedia 17 unit Chromebook.
Tri Wahyuni, kepala SDN 2 Tukang Kayu, menjelaskan bahwa 33 siswa kelas enam dibagi menjadi dua sesi agar setiap peserta dapat mengakses perangkat yang tersedia.
Untuk meningkatkan kesiapan siswa, sekolah‑sekolah mengadakan try out sebelum hari pelaksanaan resmi, dengan harapan peserta dapat mencapai hasil maksimal.
Yuyun, koordinator pelaksanaan di salah satu sekolah, menambahkan bahwa try out membantu siswa memahami format soal dan mengurangi kecemasan pada hari ujian.
SDN Tambong memilih menggelar TKA pada akhir periode, tepatnya pada Rabu, 29 April hingga Kamis, 30 April 2026, menyesuaikan kesiapan teknis dan tenaga pengajar.
Masruah, kepala SDN Tambong, menegaskan bahwa penjadwalan akhir memberi ruang bagi sekolah untuk menyelesaikan persiapan perangkat serta memastikan kelancaran proses ujian.
Secara umum, pelaksanaan bergelombang mencerminkan upaya Dinas Pendidikan dalam menyesuaikan evaluasi dengan realitas lapangan, menghindari penumpukan beban teknis pada satu hari tertentu.
Dispendik Banyuwangi mengimbau semua sekolah memastikan kelancaran teknis, kesiapan peserta, dan keakuratan data hasil agar penilaian dapat mencerminkan kemampuan akademik siswa secara objektif.
Hingga kini, sebagian besar sekolah telah menyelesaikan atau berada dalam tahap akhir pelaksanaan, dan hasil awal menunjukkan partisipasi aktif serta pemahaman materi yang cukup baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan