Media KampungBasarnas Banyuwangi mengadakan kegiatan edukatif SAR Goes To School bagi siswa TK Khadijah 45 Genteng pada Sabtu, 18 April 2026. Acara tersebut bertujuan memperkenalkan peran pencarian dan pertolongan kepada generasi dini.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi menerima 40 anak peserta yang antusias mengikuti rangkaian edukasi. Lokasi pelaksanaan berada di ruang serbaguna kantor SAR, lengkap dengan perlengkapan demonstrasi.

Program SAR Goes To School dirancang untuk menampilkan tugas dasar tim SAR, termasuk proses koordinasi, pemetaan, dan penanganan darurat. Para rescuer menjelaskan prosedur pencarian korban secara sederhana namun akurat.

Selama sesi, petugas menampilkan beragam peralatan SAR, mulai dari helm, rompi keselamatan, hingga alat komunikasi radio. Setiap alat dipresentasikan fungsinya serta cara penggunaannya dalam situasi nyata.

Bagian interaktif melibatkan simulasi permainan tyrolean traverse yang disesuaikan untuk anak usia taman kanak-kanak. Aktivitas dilakukan dengan tali pengaman, karabiner, dan instruktur yang memantau secara ketat.

Keamanan menjadi prioritas utama; semua perlengkapan diuji kualitasnya dan area latihan dibatasi zona aman. Anak-anak dipandu langkah demi langkah sehingga tidak ada risiko kecelakaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai pentingnya keselamatan serta mengenalkan peran Basarnas dalam operasi pencarian dan pertolongan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si.

Astawa menekankan harapannya agar peserta tumbuh dengan kesadaran akan bahaya di lingkungan sekitar dan dapat membantu orang lain di masa depan. Ia menambahkan bahwa edukasi sejak dini memperkuat budaya keselamatan di masyarakat.

Basarnas Banyuwangi secara rutin melaksanakan program pembinaan potensi SAR kepada publik, termasuk sekolah dasar dan lembaga sosial. Upaya ini sejalan dengan mandat nasional untuk meningkatkan kapasitas mitigasi bencana.

Di tingkat nasional, Kementerian Perhubungan mendorong semua kantor Basarnas mengadopsi model SAR Goes To School sebagai standar edukasi. Hal ini bertujuan menciptakan jaringan pengetahuan yang merata di seluruh provinsi.

Pendidikan keselamatan pada anak usia dini terbukti meningkatkan respon cepat bila terjadi situasi darurat. Penelitian lokal menunjukkan bahwa anak yang pernah mengikuti pelatihan serupa dapat menginformasikan orang tua dengan tepat.

Guru TK Khadijah memberikan apresiasi atas pendekatan praktis yang dihadirkan tim SAR. Mereka melaporkan peningkatan minat siswa terhadap topik keselamatan dan kepedulian sosial.

Rencana ke depan, Basarnas Banyuwangi akan memperluas program ke sekolah menengah pertama dan komunitas nelayan di daerah pesisir. Jadwal kunjungan selanjutnya dijadwalkan pada kuartal berikutnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar tanpa kendala teknis maupun medis. Tim SAR mencatat semua observasi untuk perbaikan program di masa mendatang.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Basarnas Banyuwangi dalam menyebarkan budaya keselamatan, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial pada generasi muda. Dengan demikian, pondasi kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut semakin kuat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.