Media Kampung – 16 April 2026 | PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) menyelesaikan pembangunan jaringan air bersih untuk 50 kepala keluarga di Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi pada 14 April 2026.

Proyek ini mencakup pemasangan pipa sepanjang kira-kira 1,3 kilometer yang menghubungkan sumber air ke rumah-rumah warga yang terpilih.

Setiap rumah menerima sambungan rumah (SR) air bersih, sehingga total 50 SR terpasang secara simultan.

Total anggaran yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp200 juta, mencakup biaya material, tenaga kerja, dan pengawasan lapangan.

General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang berfokus pada penguatan desa.

“Program ini bertujuan memberikan akses air bersih yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Hendro pada saat penyerahan bantuan.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, memberikan apresiasi atas kontribusi PLN dan menambahkan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta sangat penting untuk memperluas layanan dasar.

“Terima kasih kepada PLN atas dukungannya dalam membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga Banyuwangi,” ujar Mujiono dalam sambutan.

Air bersih dianggap kebutuhan dasar yang krusial untuk kesehatan, mengurangi risiko penyakit terkait sanitasi, dan mendukung produktivitas harian.

Desa Kebondalem termasuk dalam kategori Desa Siaga Bencana, sehingga proyek ini juga memperkuat ketahanan terhadap bencana alam melalui penyediaan sumber daya vital.

Pemkab Banyuwangi terus menggelontorkan dana untuk program pemasangan sambungan rumah gratis di wilayah lain, menjadikan proyek ini salah satu langkah konkrit dalam rencana jangka panjang.

Harapan utama dari pihak PLN adalah bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima.

Pembangunan dimulai pada awal 2026 dengan koordinasi intens antara tim teknik PLN, pemerintah kabupaten, dan tokoh masyarakat setempat.

Ke depannya, PLN berencana memperluas jaringan ke desa-desa tetangga, menargetkan total 200 kepala keluarga dalam dua tahun ke depan.

Tim pemeliharaan lokal telah dilatih untuk melakukan inspeksi rutin, memastikan kelancaran aliran air dan mengatasi kebocoran secara cepat.

Setelah penyerahan resmi pada Selasa, 14 April 2026, seluruh 50 sambungan rumah telah beroperasi dan warga melaporkan aliran air yang stabil.

Kondisi terbaru menunjukkan peningkatan kepuasan warga, dengan sebagian besar melaporkan perubahan signifikan dalam kebersihan dan kesehatan keluarga.

PLN menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program TJSL serupa di wilayah lain, mengingat pentingnya akses air bersih sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.