Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto membatalkan kehadirannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Rusia yang digelar di Kazan pada 17-18 Juni 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena Prabowo ingin fokus menyelesaikan berbagai persoalan dalam negeri yang dianggap mendesak.
Menurut Prasetyo, Presiden memiliki banyak agenda strategis di dalam negeri yang memerlukan perhatian langsung, sehingga ia memutuskan untuk tidak berangkat ke Rusia. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Prasetyo menjelaskan bahwa berbagai isu yang akan dibahas di KTT ASEAN-Rusia telah didiskusikan sebelumnya dengan para pemimpin ASEAN dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Prabowo sempat menjalin komunikasi bilateral dengan Putin dalam pertemuan sebelumnya di Filipina, sehingga agenda strategis tetap dapat tersampaikan.
Selain membatalkan kunjungan luar negeri, pada hari yang sama Prabowo juga memanggil Menteri Haji Mochammad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak ke kediamannya di Hambalang, Bogor. Pertemuan tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026, sebagai tindak lanjut dari permintaan Komisi VIII DPR dan Tim Pengawas Haji.
Prabowo ingin menerima laporan langsung dari Kementerian Haji mengenai pelaksanaan haji tahun ini, termasuk aspek pelayanan dan perbaikan ke depan. Dahnil menyebut bahwa Presiden sangat memperhatikan kualitas pelayanan haji bagi jemaah Indonesia.
Tidak hanya itu, Prabowo juga memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk membahas kesiapan sumber daya manusia di sektor strategis, termasuk kerja sama di bidang teknologi dan mineral kritis. Prasetyo menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari persiapan pengawakan SDM Indonesia yang tengah berjalan.
Di sisi lain, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat dihentikan, karena merupakan janji kampanye Prabowo yang telah mendapatkan mandat dari rakyat. Qodari menyebut bahwa program ini adalah prioritas utama untuk menuntaskan masalah stunting di Indonesia.
Pernyataan Qodari muncul sebagai respons terhadap aksi sekelompok mahasiswa yang membubarkan diskusi di Universitas Gadjah Mada dan menuntut penghentian program MBG. Qodari menekankan pentingnya dialog dalam demokrasi dan menolak pemaksaan kehendak sepihak.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretariat Negara Juri Ardiantoro juga menerima audiensi dari Aliansi Masyarakat Jakarta Timur yang mendukung program MBG. Aspirasi mereka akan disampaikan kepada Presiden Prabowo, termasuk permintaan evaluasi dan perbaikan program.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan