Media Kampung – Survei terbaru yang dirilis oleh Nusantara Riset Indonesia menunjukkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memimpin jajak pendapat dengan angka 27,2 persen, sementara Partai Golongan Karya (Golkar) berada di urutan kedua dengan 15,6 persen dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyusul di angka 15,1 persen.

Survei tersebut dilaksanakan antara 13 dan 22 April 2026 menggunakan metode multi‑stage random sampling. Tim survei melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi serta 518 kabupaten/kota, dengan proporsi gender seimbang, 50 persen laki‑laki dan 50 persen perempuan. Wawancara tatap muka dilakukan oleh surveyor terlatih, menghasilkan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±2,9 persen.

Direktur Nusantara Riset Indonesia, Deni Yusup, menegaskan bahwa dominasi Gerindra tidak lepas dari persepsi positif publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menambahkan, “Dalam temuan survei, sebanyak 80,17 persen responden menyatakan sangat puas terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden. Sementara itu, 7,33 persen menyatakan tidak puas dan 12,50 persen lainnya tidak tahu atau tidak menjawab. Angka ini menunjukkan kuatnya legitimasi politik pemerintah yang turut berdampak pada preferensi elektoral masyarakat.”

Selain tiga partai utama, survei mencatat bahwa Partai NasDem memperoleh 5,92 persen, Partai Kebangkitan Bangsa 5,50 persen, Partai Keadilan Sejahtera 5,25 persen, serta Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Indonesia masing‑masing berada di kisaran 5 persen. Partai-partai kecil seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Perindo, Hanura, Gelora, Partai Buruh, dan Partai Ummat memperoleh dukungan di bawah satu persen.

Hasil ini memberikan gambaran tentang dinamika politik menjelang pemilihan umum berikutnya. Tingginya dukungan terhadap Gerindra dapat diartikan sebagai konsekuensi dari kebijakan pemerintah yang dinilai memuaskan oleh mayoritas, sementara persaingan di antara partai-partai tradisional tetap ketat. Pengamat politik mencatat bahwa pergeseran kecil dalam persepsi publik dapat mengubah posisi partai di survei berikutnya, mengingat margin error yang relatif tinggi.

Ke depan, Nusantara Riset Indonesia berencana melanjutkan pemantauan sikap pemilih dengan survei lanjutan pada kuartal berikutnya. Pengamatan berkelanjutan ini diharapkan dapat menambah pemahaman tentang tren elektabilitas dan faktor‑faktor yang memengaruhi pilihan pemilih di seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.