Media Kampung – Santer kabar perombakan kabinet hari ini menjadi sorotan publik setelah muncul spekulasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melantik pejabat baru pada Senin, 27 April 2026, menjelang pelantikan jabatan tinggi di Istana Kepresidenan.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menegaskan bahwa pemerintah siap menghadapi segala skenario, namun menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya prerogatif Presiden.

Dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Bima Arya mengatakan, “Wah itu prerogatif Bapak Presiden,” dan menambahkan bahwa seluruh menteri tetap bekerja optimal.

Dia menegaskan kesiapan dengan berkata, “Ya kita siap dengan segala skenario, yang penting sekarang seluruh jajaran kabinet kerja saja,” sambil menolak adanya informasi internal mengenai reshuffle.

Bima Arya juga menyatakan bahwa sampai saat ini ia belum mendengar isu perombakan kabinet, menambahkan, “Kami belum mendengar sama sekali. Kami fokus bekerja saja.”

Sebelumnya, Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Rabu, 8 April 2026, menyatakan belum ada rencana reshuffle, meski evaluasi kinerja menteri dilakukan setiap hari.

Prasetyo menegaskan bahwa evaluasi rutin tidak otomatis berujung pada pergantian jabatan, menambahkan, “Tidak seperti itu juga,” untuk menenangkan spekulasi publik.

Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari juga menegaskan hak prerogatif Presiden dalam keputusan perombakan kabinet, sambil menolak membahas kemungkinan dirinya dipindahkan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi, menyatakan, “Tunggu saja,” sebagai bentuk kesabaran terhadap proses yang sedang berlangsung.

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan empat perombakan kabinet sejak Februari 2025, termasuk pergantian Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta penunjukan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, menunjukkan pola penyesuaian strategis dalam pemerintahan.

Hingga kini tidak ada pernyataan resmi mengenai reshuffle hari ini, sehingga seluruh kementerian melanjutkan tugasnya sambil menunggu arahan selanjutnya dari Istana.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.