Media Kampung – Di Hari Kartini 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming memperlihatkan kepedulian kepada perempuan Papua dengan mengajak ribuan ibu-ibu di Sorong berbelanja bersama di SAGA Supermarket.
Acara berlangsung pada Selasa, 21 April, dan melibatkan lebih dari 1.200 Mama Papua yang datang dari berbagai distrik di Kabupaten Sorong Selatan.
Gibran menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret dukungan pemerintah terhadap peran vital perempuan dalam menjaga kesejahteraan keluarga.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ke supermarket dimaksudkan untuk mempermudah akses ibu-ibu Papua terhadap kebutuhan pokok yang sering kali sulit diperoleh di daerah terpencil.
Para peserta diberikan voucher belanja senilai 200 ribu rupiah masing‑masing, yang dapat dipakai untuk membeli sembako, produk kebersihan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Selain voucher, tim pemerintah daerah menyiapkan stand informasi mengenai program pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah Papua Barat Daya.
Di antara para peserta, Ibu Yuli, seorang ibu rumah tangga dari Distrik Kaimana, mengungkapkan rasa terima kasihnya karena dapat mengisi kebutuhan keluarga tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Saya sangat bersyukur dapat berbelanja di sini, karena biasanya kami harus menunggu minggu demi minggu untuk barang‑barang penting,” ujar Ibu Yuli dengan senyum lebar.
Wapres Gibran juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dijadikan agenda rutin pada peringatan Hari Kartini ke depan.
Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sosial ekonomi di Papua.
Para petugas lapangan mencatat bahwa lebih dari 80% barang yang dibeli oleh para ibu adalah bahan makanan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula.
Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Koordinator program di SAGA Supermarket, Bapak Rudi, menjelaskan bahwa toko tersebut menyediakan jalur prioritas bagi para peserta agar proses belanja berjalan cepat dan tertib.
Ia menambahkan bahwa supermarket juga menyiapkan layanan konsultasi keuangan sederhana untuk membantu ibu‑ibu mengelola anggaran rumah tangga.
Sejumlah aktivis perempuan setempat hadir sebagai saksi, menilai bahwa inisiatif tersebut merupakan langkah positif dalam mengurangi kesenjangan gender di wilayah tersebut.
Kegiatan Hari Kartini di Sorong ini juga diiringi dengan pertunjukan budaya tradisional Papua, menonjolkan tarian dan musik daerah.
Penampilan tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa kebanggaan identitas budaya sekaligus meningkatkan solidaritas antar‑generasi.
Di sela‑sela acara, Gibran menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perempuan.
Ia menutup pertemuan dengan mengajak semua pihak untuk terus menumbuhkan semangat Kartini dalam tindakan nyata, bukan hanya kata‑kata.
Setelah acara, tim lapangan melakukan survei kepuasan yang menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 92 persen.
Hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam merancang program pemberdayaan berikutnya.
Selain voucher, pemerintah daerah berjanji akan memperluas jaringan distribusi barang kebutuhan pokok melalui pusat-pusat logistik di wilayah Papua Barat Daya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasar informal yang sering kali tidak terjamin kualitasnya.
Pengamat ekonomi, Dr. Andi Prasetyo, menyatakan bahwa intervensi semacam ini dapat menstimulasi permintaan lokal dan meningkatkan pendapatan mikro‑usaha perempuan.
Ia menambahkan bahwa peningkatan daya beli ibu‑ibu akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Ke depan, pemerintah berencana menggelar serangkaian kegiatan serupa pada peringatan Hari Kartini di kota‑kota lain, termasuk Jayapura dan Manokwari.
Target utama adalah menjangkau lebih dari 5.000 ibu‑ibu Papua pada tahun 2027.
Dengan demikian, Hari Kartini tidak hanya menjadi momentum simbolik, melainkan platform aksi konkret bagi pemberdayaan perempuan di seluruh Indonesia.
Situasi terkini menunjukkan bahwa semua voucher telah terpakai, dan stok barang di supermarket kembali terisi penuh setelah distribusi.
Wapres Gibran menegaskan bahwa program ini akan terus dipantau dan disempurnakan untuk memastikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Papua.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan